Bebasnya Kapal Nuklir (Trilogi Novel) I.8

30 Sep

Buku Kesatu: Pelayaran Maut

Bab VIII : Benang Merah Somalia

Malam kian larut, Kapten Thoha tetap terjaga meski berusaha untuk tidur di atas lantai bersemen kasar beralas buntalan baju. Demikian juga dengan anak buahnya yang terbaring di dalam sebuah kamar luas di dalam rumah berdinding batako, langit-langitnya tinggi, atapnya dari seng. Terasa panas dan banyak nyamuk berkeliaran, Kapten Thoha berusaha tetap berpikir jernih dan tabah. Kini mereka sudah menginjakkan kaki di tanah Afrika, di pinggiran pantai Somalia. Negeri yang memiliki sejarah panjang mulai dari zaman pra-sejarah hingga masa kolonialisme Eropa dan era kemerdekaan. Negeri yang sangat didominasi oleh kepemimpinan militer dari masa awal kemerdekaan hingga saat terpecah-belahnya negeri itu.

Pemimpin militer Somalia, Mohamed Siad Barre, mengambil-alih pemerintahan Somalia pada 21 Oktober  1969 dengan kudeta tak berdarah. Satu hari setelah pemakaman mendiang presiden kedua Somalia yang tewas ditembak pengawalnya. Siad Barre menjadikan dirinya pemimpin tunggal di Somalia dengan membubarkan parlemen. Dia mencoba menciptakan faham baru, suatu sinkretisme antara Islam dan Marxisme.  Pada paruh awal kekuasaannya, Barre berhasil menciptakan kemajuan yang besar bagi rakyat Somalia. Pada paruh kedua berubah menjadi rezim yang totaliter dan tiran sehingga menciptakan resistensi dari rakyat maupun di dalam tubuh militer. Puncaknya terjadi pemberontakan besar oleh lawan-lawan politiknya yang tergabung di dalam USC (United Somali Congress) yang dibangun Ali Mahdi Muhammad dan Jendral Mohamed Farah Aidid. USC menyerbu ibukota Mogadishu mengakibatkan rezim Siad Barre runtuh kekuasaannya dengan melarikan diri ke Somalia tenggara pada 26 Januari 1991.

Ali Mahdi mengambil alih jabatan presiden mulai Januari 1991 hingga Juni 1995. Setelah berhasil merebut ibukota, koalisi USC terbelah, Ali Mahdi Muhammad membentuk SSA (Somali Salvation Alliance). Jendral Mohammed Farah Aidid menentang Ali Mahdi Muhammad dengan mendirikan SNA (Somali National Alliance) dan menolak kehadiran pasukan PBB Unosom II yang didominasi AS sehingga memeranginya dari 1992 hingga 1994. Pertempuran Mogasidhu 1993 diabadikan dalam film Black Hawk Down. Jendral Farah Aidid merebut jabatan presiden Somalia pada 15 Juni 1995 hingga meninggal dunia pada 1 Agustus 1996. Dia terkena serangan jantung setelah terluka dalam pertempuran melawan faksi SSA di Mogadishu. Putranya, Hussein Farah Aidid pulang dari AS menggantikan posisinya. Hussein Farah Aidid adalah bekas kopral USMC yang pernah berdinas di Operasi Desert Storm dan Restore Hope. Jabatan presiden dipegang Husssein farah Aidid hingga ditandatanganinya Deklarasi Kairo pada 22 Desember 1997 yang membagi kekuasaan di Mogadishu, SSA di utara dan SNA di selatan.

Sisa pendukung Barre dan bekas anggota militer Somalia yang masih loyal kepadanya membentuk SNF (Somali National Front) yang berusaha dua kali merebut Mogadishu di April 1991 dan April 1992. Tetapi semua usaha itu gagal, berhasil dipukul mundur oleh pasukan Jendral Farah Aidid.

Mantan presiden Siad Barre kemudian mengungsi ke Nairobi lalu menetap di Lagos Nigeria hingga meninggal dunia akibat serangan jantung. SNF yang gagal merebut kembali Mogadishu akhirnya terpecah menjadi beberapa fraksi. Jendral Mohamed Said Harsi Morgan pada 1992 bergabung dengan SPM (Somali Patriotik Movement). Partai ini pun terbelah menjadi dua, SPM Harti di mana Jend. Morgan di dalamnya dan SPM Ogaden yang kemudian bergabung dengan SNA Jend. Farah Aidid. Pada September 1998 Jend.Mohammed  Said Harsi Morgan yang merupakan menantu Siad Barre mendeklarasikan wilayah otonomi Jubbaland dengan SPM Harti dan bersekutu dengan SRRC (Somali Reconciliation and Restoration Council) yang didirikan Hussein Aidid. Deklarasi Jendral Morgan ditentang oleh ASF yang tersusun atas sub-klan Mareehan dan Habir Gidir dengan dipimpin Kol. Barre Adan Sirre dan Jend. Ahmed Warsame. Pada Juni 1999, ASF menguasai Kismayo dan memukul mundur pasukan Jend. Morgan. Pada 2001, Kol. Barre Adan Sirre mengubah ASF menjadi JVA (Jubbaland Valley Alliance) bersama Kol. Ismael Fara-Tag. Di kemudian hari bersekutu dengan Pemerintahan Sementara TFG dan Kol. Barre Adan Sirre diangkat menjadi menteri pertahanan dalam salah satu kabinet TFG kelak. Jend. Morgan sendiri kemudian ikut serta dalam pembicaraan damai Nairobi 2004 dan bersekutu dengan TFG.

Pada April–Mei 2000 diselenggarakan pembicaraan damai di Djibouti dan dibentuk Pemerintahan Sementara TNG (Transitional National Goverment) dengan mandat selama tiga tahun. Terpilih Abdiqasim Salad Hasan sebagai presiden, mantan Menteri Dalam Negeri pada era rezim Siad Barre, menjabat presiden TNG dari 27 Agustus 2000 hingga Agustus 2003. Dia tetap tinggal di Djibouti dan tidak memiliki kekuasaan secara de facto. TNG sendiri mendapat perlawanan dari kelompok SRRC yang didalamnya berdiri Hussein Aidid, Mohamed Omar Hadeb, dan sejumlah panglima perang lokal lainnya. SSRC merupakan perkembangan dari SNA yang akhirnya kelak pada November 2004 SRRC bersekutu dengan Pemerintahan Sementara TFG.

Setelah rezim Barre runtuh oleh USC, negeri Somalia terpecah belah dan tercabik-cabik dalam perang saudara. Tokoh-tokoh politik, pemimpin klan, dan bekas komandan militer saling berebut kekuasaan lokal maupun nasional. Tokoh-tokoh oposisi semasa rezim Barre di timur laut yang tergabung dalam SNM (Somali National Movement) didominasi klan Isaaq pada 18 Mei 1991 memisahkan diri, mendirikan Somaliland yang mengklaim sebagai negara baru beribukota di Hargeisa. Pembentukan wilayah otonomi baru melanda seluruh penjuru Somalia sehingga peperangan antar elit, antar klan, maupun antar partai semakin dalam. Ada pula Puntland yang didirikan pada 1998, didominasi klan Darood dengan presiden pertama Abdullahi Yusuf Ahmed mantan kolonel AD Somalia. Puntland di kemudian hari bergabung dengan Pemerintahan Transisi sebagai negara federal.

Kekacauan dan kejahatan yang merajalela mendorong faksi-faksi Islam bergabung dalam satu dewan yang disebut ICU (Islamic Courts Union). Kelompok ICU berusaha menerapkan syariat Islam guna meredam kejahatan dan kerusuhan di Somalia tengah dan selatan. Pendirian ICU mendapat dukungan dari Eritrea dan Somaliland namun ditentang Kenya, Ethiopia, dan AS. ICU terdiri dari dua komponen yaitu dewan syura yang dipimpin Hassan Dahir Aweys dan dewan tanfidz / ekeskutif yang dipimpin Sharif Ahmed. ICU sangat populer terhadap penduduk Somalia tengah dan Selatan yang relatif berhasil menegakkan ketertiban.

Di Nairobi Kenya sejumlah faksi yang bertikai menggelar perundingan damai di awal 2004. Pada 28 Januari 2004 ditandatangani Charter Sementara Somalia dan dibentuk Parlemen dan Pemerintahan sementara yang mendapat dukungan dari Uni Afrika dan PBB. Parlemen Sementara terdiri atas 275 perwakilan, Pemerintahan Sementara TFG dipimpin presiden Abdullahi Yusuf Ahmed yang menang dalam pemungutan suara Parlemen Sementara. TFG mengambil bermarkas di Jowhar namun dipukul mundur ICU ke Baidoa.Di sisi lain milisi ICU mulai mendesak ke ibukota, panglima perang lokal klan Hawiye di Mogadishu membentuk ARPCT (Alliance for Restoration of Peace and Counter-Terorism) yang disokong CIA. Pada 5 Juni 2006 ICU menyingkirkan ARPCT dari ibukota dan menguasai Mogadishu. AS menuduh ICU mememiliki jaringan kelompok teroris Al-Qaeda dan mulai membantu TFG dengan melancarkan serangan udara terhadap ICU dari pangkalan Djibouti dan pangkalan laut Bahrain. Ethiopia mengintervensi Somalia dalam Juli 2006 dengan mengerahkan pasukan membantu TFG, disusul pasukan Uganda dan Kenya. Wilayah otonomi Galmudug didirikan pada 14 Agustus 2006 oleh sejumlah elit yang tersingkir dari ibukota seperti Mohammed Warsame Ali (politisi semasa Siad Barre) dan Mohammed Ahmed Alin (bekas kolonel AD Somalia). Galmudug bersekutu dengan Pemerintahan Sementara TFG melawan ICU.

Akhirnya pada 28 Desember 2006 pasukan gabungan Ethiopia dan TFG merebut Mogadishu, disusul Kismayo pada Januari 2007 dari tangan ICU. Kelompok ICU tercerai-berai setelah jatuhnya Mogadishu, sejumlah pemimpin ICU melarikan diri ke Eritrea dan Djibouti, beberapa yang lain membentuk faksi baru. Ketua dewan shura Mohamed Dahir Aweys melarikan diri ke Eritrea, Ketua dewan eksekutif Sharif Ahmed menyelamatkan diri ke Djibouti. Pecahan ICU yang berada di Djibouti membentuk ARS (Alliance for Re-Liberation of Somali) sedangkan yang di Asmara Eritrea juga membentuk ARS-Asmara. Pada 2007 bekas pemimpin ICU Hassan Abdullah Hersi Al-Turki dan Ahmed Madoobe membentuk Brigade Ras Kamboni melanjutkan perlawanan terhadap TFG. Pada 2010 kelompok Brigade Ras Kamboni terbelah antara faksi Hassan Abdullah Hersi Al-Turki dengan faksi Ahmed Madoobe.

Pada perundingan damai Januari 2009 di Djibouti, Sharif Ahmed bersedia berhenti berperang dan bekerjasama dengan TFG. Dia dipilih oleh Parlemen Sementara menjadi presiden menggantikan Abdullahi Yusuf Ahmed dengan perolehan suara 293 dari 421 suara. Pada bulan itu juga pemerintah Ethiopia memutuskan menarik mundur pasukannya keluar dari Somalia.

Sempalan ICU yang lain juga membentuk wadah perjuangan yang lain Al-Shabaab didirikan Aden Hashi Farah “Ayrow” yang berideologi garis keras, disebutkan juga kelompok puritan ini beraliran Wahabi.  Bekas sayap militer ICU ini memiliki basis pendukung yang kuat di Somalia tengah dan selatan. Setelah ICU bubar, kelompok Al-Shabaab dituding pemerintah AS menampung orang-orang jaringan Al-Qaeda. Sejumlah pemimpin Al-Shabaab tewas oleh serangan udara pesawat tempur dan wahana nirawak (UAV) Amerika Serikat. Di akhir Januari 2009 Al-Shabaab menguasai kota Baidoa, kota penting di daerah Bay. Pada Mei 2009 Al-Shabaab melancarkan serangan ke ibukota Mogadishu, kedudukan Pemerintah Sementara TFG.

Di awal 2009 sejumlah sempalan ICU membentuk Hizbul Islam yang diketuai Omar Iman Abubakr untuk melawan TFG dibawah Sharif Ahmed, mantan sekutu mereka. Kelompok di bawah payung Hizbul Islam antara lain ARS-Asmara (Hassan Dahir Aweys), Jabhatul Islamiya/JABISO (Mohamed Ibrahim Hayle), Brigade Ras Kamboni (Hassan Abdullah Hersi Al-Turki), Muaskar Anole (Mukhtar Ali Aisha). Kelompok Hizbul Islam terpecah pada Maret 2009 antara faksi Omar Iman dan Hassan Dahir Aweys dengan faksi Mohamed Hassan Ahmed dan Yusuf Mohamed Siad Ind’ade (Indho Ade). Pada Mei 2009 Hizbul Islam faksi Omar Iman dan Hassan Abdullah Hersi Al-Turki bersekutu dengan Al-Shabaab menggempur Hizbul Islam faksi Indho Ade. Faksi Omar Iman menang dan menyatukan kembali kelompok Hizbul Islam. Faksi Indho Ade lantas beralih bersekutu dengan Pemerintah Sementara TFG. Akhir Mei 2009 Omar Iman mundur sebagai ketua Hizbul Islam, Hassan Dahir Aweys tampil menggantikannya sebagai ketua Hizbul Islam.

Hizbul Islam faksi Brigade Ras Kamboni bertikai dengan Hizbul Islam soal penguasaan kota Kismayo pada Oktober 2009. Brigade Ras Kamboni terbelah menjadi dua antara fraksi Ahmed Madoobe yang tetap melawan Al-Shabaab dengan fraksi Hassan Abdullah Hersi Al-Turki yang beralih mendukung Al-Shabaab. Dalam November 2009 Brigade Ras Kamboni fraksi Al-Turki menang, Ahmed Madoobe menyingkir dan mendirikan Ras Kamboni Movement yang membelot bersekutu dengan Pemerintah Sementara TFG Sharif Ahmed. Pada Februari 2010 Brigade Ras Kamboni pimpinan Hassan Abdullah Hersi Al-Turki menggabungkan diri ke dalam Al-Shabaab.

Pada awal 2010 pecah peperangan antara faksi yang masih setia dalam Hizbul Islam dengan Al-Shabaab memperebutkan daerah Hiiran, Al-Shabaab menang. Akhir 2010 dalam memperebutkan daerah Bay, Hizbul Islam kembali tersingkir oleh Al-Shabaab. Kemudian ketua Hizbul Islam, Hassan Dahir Aweys, secara resmi menyerah dan menggabungkan diri dengan Al-Shabaab.

Kelompok penyusun ICU yang masih aktif adalah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah yang berbasis di Somalia tengah bagian barat terutama daerah Hiraan dan Galguduud. Kelompok pejuang Sunni moderat yang kemudian berbalik menyerang Al-Shabaab setelah pihak Al-Shabaab menghancurkan makam-makam para ulama dan wali pada 2008. Sehingga kelompok Ahlus Sunnah Wal Jamaah bersekutu dengan Pemerintahan Sementara TFG pada 2010 dan mendapat kursi di kabinet pemerintah.

Pada tahun 2010 setelah berhenti sebagai menteri pertahanan dalam kabinet Pemerintah Sementara, Mohamed Abdi Mohamed mendeklarasikan wilayah otonomi Azania yang meliputi daerah-daerah Jubbaland. Azania mendapat dukungan Kenya, beribukota di Garbahaareey (daerah Gedo), beroposisi terhadap Al-Shabaab. Diiringi pendirian wilayah otonomi Xeeman & Xeeb oleh Osman Mohammed Ali yang klaim daerahnya tumpang tindih dengan wilayah otonomi Galmudug.

Pada bulan Agustus 2010, Al-Shabaab kembali melancarkan serangan ke ibukota Mogadishu, menguasai beberapa distrik ibukota. Setahun kemudian pasukan TFG dengan dibantu pasukan AMISOM merebut kembali seluruh Mogadishu, Al-Shabaab mundur ke kota Baidoa. Akibat kemarau panjang dan pembatasan akses bantuan PBB di wilayah kekuasaan Al-Shabaab, bencana kelaparan semakin meluas. Pada bulan Agustus 2011 terjadi perselisihan dalam kepemimpinan Al-Shabaab di Somalia tengah dan Somalia Selatan. Pemimpin wilayah selatan, Mukhtar Ali Robow dan Hassan Dahir Aweys, menginginkan pelonggaran pembatasan akses bantuan PBB. Pemimpin wilayah tengah, Ahmed Abdi Godane menolak pendapat tersebut. Terjadi migrasi besar-besaran penduduk ke wilayah utara untuk mendapatkan bantuan pangan PBB akibat ancaman kelaparan yang semakin meluas. Sementara itu Amerika Serikat membangun pangkalan udara pesawat nirawak di Ethiopia dan kepulauan Seychelles (bekas koloni Perancis) selain yang sudah ada di pangkalan militer Djibouti, untuk meningkatkan serangan terhadap Al-Shabaab yang dituduh memiliki jaringan Al-Qaeda seperti halnya Taliban di Afghanistan dan Hizbullah di Lebanon.

***

  Bersambung ke Bab IX : Masuk Kandang Singa

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: