Main Battle Tank Di Kawasan Asia Tenggara

10 Sep

Hingga saat ini, tank merupakan alutsista pokok dalam elemen angkatan darat modern yang dimanifestasikan ke dalam wujud Main Battle Tank (MBT) atau tank tempur utama. Definisi MBT mengalami evolusi sejak era PD II. Meriam sebagai senjata utama MBT bergeser dari kaliber 73 atau 76 mm menjadi 120 mm (standar NATO) atau 125 mm (standart Rusia). Tank dengan meriam kaliber 100 atau 105 mm tergolong tank kelas menengah, dibawahnya dikategorikan tank kelas ringan. Kehadiran MBT memberikan efek positif menaikkan moral bertempur bagi pasukan infantri yang didukungnya. Bagi lawan, kemunculan MBT memberikan efek deterrent yang signifikan. Karena bobot kendaraan yang besar berkisar 40-65 ton, sebanding dengan daya perlindungan lapisan bajanya, menyebabkan tidak semua medan sanggup menopang penggelaran MBT. Namun  kepemilikan MBT mendongkrak daya tempur AB negara manapun. Bahkan eks-Pakta Warsawa sangat menitik-beratkan mobilisasi MBT dalam strategi Perang Dingin di palagan Eropa jika pecah perang dengan NATO.

Tank Centurion Mk IX

Di kawasan Asia Tenggara, dinamika perkembangan kekuatan militer  terhadap akuisi MBT masih berlangsung dengan pasti sebagai langkah perimbangan kemampuan strategis. Singapura menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki MBT sejak 1975 berupa tank bekas Centurion Mk3 dan Centurion Mk7 yang dibeli dari India dan dari Israel pada 1993-1994 dengan total sekitar 100 unit. Semua tank Centurion di-upgrade dengan bantuan teknologi Israel. Tank Centurion merupakan MBT buatan Inggris dengan masa produksi dan periode aktif yang sangat panjang mulai dari pasca Perang Dunia II hingga sekarang. Berbobot 52 ton dan diawaki 4 personel, semua Centurion telah di-upgrade senjata utamanya ke meriam Royal Ordnance L7 kaliber 105 mm. Dengan bantuan Israel, Centurion Singapura dimodif dengan mesin dan transmisi baru. Mesin dari Roll Royce Comet diganti dengan mesin diesel Continental AVDS-1790-2A dan transmisi Allison CD850-6. Modifikasi juga melingkupi stabilizer meriam, sistem kontrol tembakan, senapan mesin berat anti-pesawat kaliber 12,7 mm, sistem komunikasi, dan pemasangan bata pelindung aktif ERA Blazer.

Tank Leopard 2SG Singapura

Pada akhir 2006, Singapura menambah kekuatan MBT dengan membeli tank Leopard 2A4 bekas dari stok AB Jerman sebanyak 96 unit. AB Jerman melepas surplus cadangan tank Leopard 2 pasca berakhirnya Perang Dingin. Yang dibeli Singapura terdiri dari 66 unit operasional dengan 30 unit cadangan dan perlengkapan pendukung. Di Singapura tank tersebut di-upgrade dengan penambahan zirah (armour) komposit AMAP buatan IBD Deisenroth Engineering Jerman. Leopard 2 adalah MBT andalan Jerman produksi Kraus-Maffei Wegman (KMW) di Muenchen selama dekade 1980-an. Berbobot tempur 55,15 ton untuk tipe Leopard 2A4, diawaki 4 personel, senjata utama meriam Rheinmetall L55 kaliber 120 mm berdaya tembak efektif 4-5 km dengan munisi APFSDS maupun HEAT-Frag namun bisa menembakkan juga rudal anti-tank LAHAT berdaya jangkau lebih dari 6 km. Senjata tambahan senapan mesin MG3A1 kal. 7,62 mm, bermesin diesel MTU 12 silinder MB 873-Ka 501 dengan 2 turbo-charger berdaya 1500 HP. Mesin diesel berdaya besar tersebut mampu menggerakkan Leopard 2 maksimum 68 km/jam menjadikan tank ini sebagai salah satu tank berat bermesin diesel tercepat, hampir menyamai tank M1A2 Abrams yang bermesin turbin gas berdaya sama. Varian 2A4 mendapat perbaikan pada sistem pemadam api otomatis, sistem kendali tembakan digital, dan perkuatan zirah pada turet. Sistem kendali Leopard 2 sangat andal sebagai MBT modern generasi ketiga, memiliki alat bantu penglihatan siang dan malam baik lensa maupun kamera, pencitraan thermal, dan pengukur jarak laser. Memiliki pelindung pasif berupa 4 buah mortar asap Wegman 76 mm dan dispenser asap.

Tank PT-91M Malaysia

Malaysia mengimbangi langkah Singapura melengkapi armada MBT dengan tank kelas berat pada tahun 2007 dengan membuat order kepada Bumar Labedy Polandia senilai 370 juta Dollar. Terdiri atas 48 unit PT-91M dan 15 unit kendaraan pendukung. Pengiriman batch terakhir tank PT-91M selesai pada 2009. Tank PT-91M pada mulanya merupakan pengembangan dari tank T-72M produksi Polandia, lisensi dari eks-Uni Soviet. Tank PT-91M berbobot tempur 48,5 ton dengan senjata utama meriam 2A46MS kaliber 125 mm, turet memuat 40 butir munisi meriam, kecepatan tembak sebanyak 8-10 tembakan per menit. Senjata tambahan berupa senapan mesin sedang FN MAG 7,62 mm yang koaksial dengan meriam dan senapan mesin berat anti-pesawat FN M2 HB 12,7mm. Berdapur pacu diesel PZL-Wola S-1000R berdaya 1000 HP, sanggup memacu tank maksimum 60 km/jam. Turet dan badan tank dilapisi ERA Erawa untuk menambah perlindungan tank terhadap serangan proyektil HEAT dan misil. Sebanyak 108 keping dipasang di turet, 118 dipasang di badan dan 84 pada masing-masing sisi samping. Tank yang dijuluki Pendekar ini memakai sistem kendali tembakan SAGEM Savan-15, alat bantu penglihatan panoramik optronik SAGEM VIGY 15, sistem navigasi giro-inersia laser SIGMA-30, sistem stablisasi turet EADS EPS72, sistem peringatan laser PCO SSP-1 Obra-3, peluncur granat 81 mm ZM Dezamet 902A. Tank PT-91 M Pendekar melengkapi pasukan elit AB Malaysia Korps Lapis Baja Resimen Ke-11.

Tank T-84 Oplot

Thailand telah memutuskan meng-upgrade armada MBT tua pada September 2011 yang terdiri atas lebih dari 280 unit tank lawas M60A3 dan M48A5 Patton. Tank seri Patton produksi AS merupakan tank kelas menengah dengan bobot sekitar 50 ton dengan senjata utama meriam M68 kaliber 105 mm. Pemerintah Thailand menandatangani kontrak dengan Ukrspecekport senilai 240 juta Dollar untuk pembelian 49 unit tank T-84 Oplot-M atau BM Oplot Ukraina. Tank tersebut merupakan pengembangan dari MBT generasi T-80, tank warisan eks-Uni Soviet. Tank T-80 dirancang oleh Nikolay Popov pada paruh kedua dekade 1960-an. Pabrikan LKZ di Leningrad Rusia mengembangkan T-80 berbasis mesin turbin gas menjadi T-80A dan T-80U. Secara bersamaan biro desain Morozov dengan pabrikan Malyshev di Kiev Ukraina mengembangkan T-80 berbasis mesin diesel menjadi T-80UD. Setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991, masing-masing biro desain dan pabrikan terpisah. Ukraina mengembangkan sendiri T-80UD menjadi T-84, T-84U, T-84 Oplot, dan terbaru versi T-84 Oplot-M atau BM Oplot. Tank T-80UD diekspor ke Pakistan sebanyak 320 unit dengan batch pengiriman 1997 hingga 2002. Tank T-84 berbobot tempur sekitar 46 ton, diawaki 3 kru, dengan senjata utama meriam KBA-3 125 mm, turet memuat 43 butir munisi. Senjata tambahan senapan mesin menengah 7,62 mm KT-7.62 koaksial dengan meriam dan senapan mesin berat 12,7 mm KT-12.7 untuk anti-pesawat. Berdapur pacu KMDB 6TD-2 6 silinder berdaya 1200 HP, rasio daya terhadap bobot tank sangat bangus 26 HP/ton, mampu digeber hingga 70 km/jam, salah satu MBT tercepat di dunia. Badan tank dilapisi dengan ERA (Explosive Reactive Armour) Kontakt-5. Tank tersebut dilengkapi dengan Auxiliary Power Unit (APU), alat bantu pencitraan thermal, pengukur jarak laser, otomasi transmisi, sistem kendali tembakan, sistem navigasi dan komunikasi, dan perbaikan pada lapisan baja turet yang dilas. Persaingan dengan produk ekspor tank Rusia menyebabkan Ukraina berusaha mengembangkan komponen tank T-84 secara mandiri atau mencari partner ke pabrikan Eropa lainnya. Hubungan militer Ukraina dengan Thailand sebelumnya sangat erat. Pada tahun 2007 Thailand membeli kendaraan angkut personel BTR-3E1 dari Ukraina sebanyak 96 unit dan pada 2011 sebanyak 121 unit.

Tank T-72 Ukraina

Laporan dari sejumlah media mengungkap pembelian unit MBT Myanmar yang tidak diungkap ke publik pada 2002. Dilaporkan ada kesepakatan antara Myanmar dengan Ukrspecekport untuk pengadaan lebih dari 50 unit tank T-72S. Namun ada laporan lain yang menyebut hanya 14 unit T-72S bekas Ukraina saja yang dibeli. Pengapalan mulai tiba di Rangoon pada pertengahan 2003 dan dikirim lewat jalan raya ke kamp militer Bahtoo. Sedangkan untuk AB Vietnam sangat sulit mendapatkan data yang valid tentang pembelian tank T-72.

Tank T-55 Vietnam

Armada Main Battle Tank Myanmar, Vietnam, Kamboja, dan Laos  didominasi tank kelas menengah asal Rusia atau Ukraina T-54/55/62 dan tank serupa produksi RRC seperty Type-59/69/79/88. Vietnam memiliki armada MBT kelas menengah terbesar dengan jumlah lebih dari seribu unit yang diretrofit. Tank tua T-55 merupakan tank kelas menengah produksi eks-Uni Soviet yang paling banyak diproduksi dari dekade 1950-an hingaa 1980-an. Berbobot lebih 36 ton dengan senjata utama meriam kaliber 100 mm, pada produksi RRC diganti dengan kaliber 105 mm, versi perbaikan pada T-62 meriam kaliber 115 mm. Senjata tambahan senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm koaksial pada meriam dan senapan mesin berat anti-pesawat kaliber 12,7 mm. Memiliki perlindungan Nubika, berdaya mesin di bawah 600 HP, kecepatan maksimum di jalan raya 50 km/jam. Namun untuk era sekarang tank-tank tersebut memiliki perlindungan lapisan baja yang lemah. Sejumlah modifikasi dengan menambah lempengan ERA untuk menambah kekuatan zirahnya.

Tank M1A1 Abrams Australia

Australia pada 2006 mengganti armada MBT lamanya Leopard AS1 dengan 59 unit tank M1A1. Keandalan tank Abrams moncer sejak Operasi Badai Gurun 1991. Tank Abrams versi Australia bermesin diesel menggantikan mesin turbin gas dan minus lapisan baja DU (Dlepeted Uranium). Pada saat ini negara besar yang di kawasan Asia Tenggara yang sama sekali tidak memiliki armada Main Battle Tank tinggal Indonesia dan Filipina. Filipina sudah lama mewarisi konflik internal yang menguras sumber daya dan dililit kesulitan finansial. Sedangkan Indonesia masih berpandangan doktrin dan strategi yang masih mengesampingkan kebutuhan tank tempur utama. Di samping kondisi geografis dan infrastruktur transportasi yang tidak mendukung operasional tank kelas berat maupun kelas menengah.

Tank PT-76

Dari era Orde Lama hingga Orde baru tank AB Indonesia berupa tank kelas ringan dari generasi PT-76 Rusia hingga AMX-13 Perancis dan FV-101 Scorpion Inggris. Tank PT-76 masih aktif di AL, tank ringan berkemampuan amfibi, sudah mengalami modifikasi mesin dan meriam kaliber 90 mm dari laras kaliber 76,2 mm. Berbobot sekitar 14 ton dengan senjata tambahan sebuah senapan mesin ringan kaliber 7,62 m yang koaksial dengan meriam pada turet  atau bisa juga dipasang senapan mesin berat anti-pesawat pada kupola komandan, tank ini diawaki 3 personel. Pada masa Orde Lama ada hingga 170 unit tank PT-76B.

Tank FV-101 Scorpion 90

Sedangkan yang terbaru FV-101 Scorpion-90 dibeli pada 1995 sebanyak 35 unit dan pada 1997 sebanyak 45 unit. Tank ringan ini berbobot tempur 8,7 ton, diawaki 3 personel, senjata utama meriam Cockerill Mk III kaliber 90 mm. Senjata tambahan sebuah senapan mesin sedang L43A1 kaliber 7,62 mm yang koaksial dengan meriam di turet. Berdapur mesin diesel Cummins BTA 5,9 Litre berdaya 190 HP dengan kecepatan maksimum 72,5 km/jam. Armada terbesar tank ringan AD Indonesia adalah AMX-13 Perancis yang dibeli dari Belanda. Sebanyak 130 unit AMX-13/150 dimiliki AD berupa tank tempur dengan meriam kaliber 105 mm bekas AB Belanda dibeli pada 1980. Versi self-propelled gun AMX-13 Mk-61 sebanyak 50 unit bekas AB Belanda juga dibeli pada 1984. Tank AMX-13 berbobotg tempur 14,5 ton, diawaki 3 kru, senjata tambahan berupa senapan mesin kaliber 7,62 mm yang koaksial dengan meriam di turet.

Tank AMX-13/105 AD Indonesia

Kenyataan tantangan global selain fakta bahwa MBT merupakan elemen penting dalam struktur kekuatan angkatan bersenjata modern tidak bisa dielakkan begitu saja oleh pemerintah Indonesia. Kebutuhan MBT bagi militer profesional akan makin mengasah keterampilan dan kemampuan dalam mengikuti perkembangan alutsista tank dan mengimbangi kehadiran MBT terutama tank kelas berat di negara-negara sekitar Indonesia. Memang harus diakui kondisi geografis dan sistem transportasi membatasi ruang gerak MBT di Indonesia. Wilayah yang mampu menopang manuver MBT terbatas pada kota-kota besar, wilayah datar dan terbuka dengan daya dukung struktur tanah terbatas pada sebagian kecil pulau Jawa, Sumatera, dan pulau Timor saja. Tetapi pengalaman negara lain mengajarkan peran MBT dalam perang kota. Setidaknya AB Indonesia selayaknya memiliki armada MBT meskipun dalam jumlah terbatas untuk tugas-tugas tertentu seperti pelatihan dan pengembangan, misi pasukan penjaga perdamaian PBB, atau misi-misi operasi militer khusus baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Iklan

17 Tanggapan to “Main Battle Tank Di Kawasan Asia Tenggara”

  1. andreas 31 Desember 2011 pada 8:08 PM #

    menurut saya <indonesia sudah sangat pantas untuk memiliki tank kelas berat macam MBT, buat sya klo masalah ruang gerak atw manuver untuk tank kelas ini di indonesia mmamng terbatas ,tpi klo kita opersikan di ruang yang masih luas sperti kalimantan .atw irian barat , ini sangat cocok ,knpa ? selain sebagai alat pnjaga perbatasan negara ,ini juga sebagai alat penggentar negara ttangga agar tdak brani brmain @@ dngan indonesia ! bravo TNI !

    • La tenrigau 30 Desember 2012 pada 12:56 AM #

      yg perlu difikirkan adalah Negara Singapore yg memiliki kekuatan ketenteraan yg jauh banyak dan canggih dari Indonesia… negaranya kecil tapi punya kekuatan yg lebih dari anda miliki

  2. Adhi Noegroho 8 Januari 2012 pada 11:30 AM #

    ALUTSISTA RI memang belum dapat dibanggakan, namun tetap paling membanggakan adalah bangsa kita yg berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika telah menyanggupi tanpa syarat untuk mempertahankan NKRI.
    Harapan bangsa dan negara adalah tembak di tempat atau amuk massa bagi para koruptor yg mencuri/memangkas dana ALUTSISTA dimana hal tersebut menyebabkan NKRI kehilangan peluang memiliki semisal LEOPARD 2 minimal 17 unit di tiap Batalyon. Ya, RI mampu membeli persenjataan mutakhir dunia semahal apapun bila para koruptor itu mati sebagai tumbal kebenaran dan kesejahteraan bangsa. Merdeka!

  3. jo 21 Januari 2012 pada 1:29 PM #

    indonesia harus segera membeli MBT yg memadai. karena kita sudah mulai dikepung dengan kekuatan negara yg berkembang lain y …

    • aryo 12 Juni 2012 pada 5:49 PM #

      gan,indonesia mo beli leopard 2a6

  4. rahmat 23 Januari 2012 pada 7:19 PM #

    lanjutkan pembelian main battle tank..leopard 2a6 atau tank t90 dari russia..demi meningkatkan kemampuan tempur tni ad…bravo tni…nkri harga mati !

  5. Rommel 28 Januari 2012 pada 1:58 PM #

    MTB >50 ton pas buat daerah Kalimantan dan Papua. Tapi, buat daerah seperti Jawa dan Sumatra gua kira lebih pas buat pake T-90 Rusia, 40-50 ton dengan 125mm gun. Tapi yang paling penting, kita juga musti mempersenjatai infantry dengan AT yang memadai. Gak perlu mahal2x ngelirik AT kaya Javelin, RPG-29 (bukan RPG-7 loh) aja dah cukup. Buktinya Challenger2 UK jebol bagian depannya akibat RPG-29. Tinggal pinter-pinter aja incer bagian samping MTB musuh.

  6. green 30 Januari 2012 pada 8:45 AM #

    klo udah ketinggalan ato apalah baru ribut suruh perbarui ALUTSISTA… giliran TNI udah mau beli alutsista baru ribut lagi ngapain beli ini.. nagapain beli itu… piyeeeee….

  7. muhammad zamroni 5 Februari 2012 pada 4:32 PM #

    harapan besar agar pindad segera dpt membuat MBT untuk RI, bgs ini punya segalanya, sdm2 berotak jenius bejibun, hy skrg ini sdg dirundung inferioritas kompleks akbt negeri salah urus berkepanjangan.

  8. rudi 20 Februari 2012 pada 9:31 AM #

    Saya sebagai warganegara RI sudah gerah banget geregetan banget ama pengamat militer, elit politik, lsm atau apa namanya tau!!, begitu TNI mau beli tank pada ribut tidak cocoklah bobot gede lah pokoknya sok tau banget, tau enggak yang bikin kalah perang dengan negara tetangga itu yang ngebiri itu ya orang2 yang gue sebut tadi, negara tetangga pada nonton begonya orang indon. Mau memelihara barang rongsok (tau enggak negara tetangga tau tni ngidupin mesin tank PT. 76, AMX, Scorpion) mau nyerang jalan tertatih tatih ini yang dielu-elu bego. Ambalat itu nilai minyaknya bernilai lebih dari 10.000 leopard II A6 nong..nong..!, sadar diri jangan pelihara bego dan korup malu………….!!!!!!!!. Maju terus TNI beli aja MBT Leoprad II A6 yang penting jangan mau jadi umpan peluru melulu.

  9. EKO PURWANTO 2 Maret 2012 pada 11:27 PM #

    orang yang menghalangi negeri ini beli MBT orang yang tidak waras,kentir,guoblok,pekok,sableng,edan,pantas dihadapkan didepan regu tembak,karena merekalah pengkhianat negeri ini….

  10. EKO PURWANTO 2 Maret 2012 pada 11:28 PM #

    orang yang menghalangi negeri ini beli MBT orang yang tidak waras,kentir,guoblok,pekok,sableng,edan,pantas dihadapkan didepan regu tembak,karena merekalah pengkhianat negeri ini…

  11. si kaki meja 8 April 2012 pada 8:12 PM #

    sekarang udah jelas,TNI butuh alutsista modern buat pertahanan negara dan melindungi negara,makanya TNI disemua angakatan harus ditambah dan diperbarui yang modern,biar semangat tempur juga makin tambah,sedang DPR,sibuk perbarui gedung dan toilet,berarti dah ketahuan kerjanya,cuma tidur,leha2 diruangan ber-AC,berak dan kencing,minta gaji,fasilitas lain juga naik,tapi kalo buat pertahanan negara dan kesejahteraa personil,DPR malah bikin ribet,CAPEEE DEEEECH…..

  12. Angie 18 September 2012 pada 12:49 PM #

    Tinggal orang2 yang duduk di DPR dicipratin berapa persennya saja semua beres, Begitu aja repot.

  13. pak tong tong 5 Oktober 2012 pada 12:02 AM #

    Kita butuh 2000 MBT ! 2000 APC………gentarlah musuh,2000 rudal balistik,pasti musuh ciut.

  14. adzi 9 Oktober 2012 pada 12:26 PM #

    sabar sabar…bulan november bakalan datang koq om leo 2 nya….. kita syukuran di rumah masing2 yakh

Trackbacks/Pingbacks

  1. Main Battle Tank di Kawasan Asia Tenggara « Info-Pengetahuan - 3 Februari 2012

    […] sumber Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: