Haji Mabrur Yang Tak Berhaji

8 Agu

Ada seorang alim ulama yang kaya lagi gemar pergi haji dan berjihad di jalan Allah. Dia bernama Abdullah bin Al-Mubarak. Bila tahun ini naik haji maka tahun berikutnya ia pergi berjihad. Demikian seterusnya berselang-seling meski betapa sibuknya dia. Suatu saat tibalah waktu berhaji kembali bagi Abdullah bin Al-Mubarak. Ia berhasil mengumpulkan bekal sebesar 500 Dinar. Dari kediamannya di Hijaz, dia berangkat menuju Mekkah. Setelah menyelesaikan ritual berhaji, suatu ketika Abdullah bin Al-Mubarak tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit.

Kedua malaikat itu berdialog. “Berapa banyak yang datang tahun ini?”, tanya salah satu malaikat kepada malaikat lainnya. Malaikat lainnya tersebut menjawab, “Enam ratus ribu”. Malaikat pertama menimpali, “Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”. Malaikat kedua kembali menjawab, “Tidak satu pun”. Percakapan dua malaikat itu membikin Abdullah bin Al-Mubarak gemetar. Dia menyahut, “Apa?”. Ia tersentak dan menangis, “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan. Berkelana menyusuri padang pasir yang luas dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”. Seorang malaikat berujar, “Ada seorang tukang sepatu di Damaskus yang dipanggil Ali bin Muwaffaq. Dia tidak datang menunaikan ibadah haji tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya diampuni”. Setelah mendengar pembicaraan tersebut Abdullah bin Al-Mubarak terbangun. Dia segera bergegas bepergian ke Damaskus guna mencari orang yang bernama Ali bin Muwaffaq tersebut.

Sesampainya di Damaskus, dia telusuri seantero kota hingga  menemukan rumah tukang sepatu yang bernama Ali bin Muwaffaq. Ia mengetuk pintu rumah tukang sepatu itu sampai keluar seorang laki-laki. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!’, sapa Ibnu Mubarak. “Siapa namamu dan pekerjaan apa yang kamu lakukan?”, tanya Ibnu Mubarak kepada laki-laki itu. “Aku Ali bin Muwaffaq, penjual sepatu. Siapakah Anda?”, jawab lelaki tersebut. Lalu kepada lelaki itu Ibnu Mubarak menerangkan jatidirinya dan maksud kedatangannya. Setelah tahu siapa yang datang serta maksud dan tujuannya, lelaki itu menangis dan jatuh pingsan. Sesudah Ali bin Muwaffiq sadar, Abdullah bin Al-Mubarak memintanya agar dia berkenan menceritakan semua yang dialaminya terkait dengan hajinya.

Ali bin Muwaffaq bercerita, “Selama 40 tahun aku rindu melakukan perjalanan haji. Aku telah menyisihkan 350 Dirham dari hasil berdagang sepatu. Tahun ini aku memutuskan untuk berangkat haji sejak istriku mengandung. Suatu hari istriku mencium aroma makanan yang sedang dimasak tetangga sebelah. Istriku memohon kepadaku agar ia bisa mencicipi masakan tersebut. Aku pergi menuju tetangga sebelah, mengetuk pintunya, dan menjelaskan situasinya”. Mendadak tetangga itu menangis dan berkata, “Sudah tiga hari ini anakku tidak makan apa-apa. Hari ini aku melihat keledai mati tergeletak dan memotongnya untuk memasaknya buat mereka. Ini bukan makanan yang halal bagimu”. Hatiku menjadi terasa terbakar mendengar kisahnya. Aku mengambil 350 Dirhamku dan memberikannya. “Belanjakan ini untuk anakmu”, kataku. “Inilah perjalanan hajiku”, pungkas Ali bin Muwaffiq kepada Abdullah bin Al-Mubarak. “Malaikat berbicara dengan nyata di dalam mimpiku dan Penguasa kerajaan surga adalah benar dalam keputusan-Nya” ujar Abdullah berusaha membenarkan mimpinya.

Abdullah bin Al-Mubarak bernama lengkap Abu Abdurrahman Abdullah bin Al-Mubarak Al-Hanzhali Al-Marwazi. Beliau seorang ulama ahli hadits terkemuka, menguasai juga gramatika dan sastra. Menurut Imam Al-Bukhari, beliau lahir pada tahun 118H/736M. Abdullah bin Al-Mubarak meninggal dunia di kota Hit tepi sungai Eufrat pada pada bulan Ramadhan 181H/797M setelah kembali dari ekspedisi angkatan laut.

Referensi:

  1. http://www.alifmagz.com
  2. Hidayah, Edisi 120-Agustus’11
  3. http://www.sunnah.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: