Sepeda Lipat Digowes Keliling Dunia

17 Jul
Tay dan Val melintasi Meksiko

Bersepeda sebagai hobi bisa menghilangkan stress juga secara fisik membuat lebih sehat dan kuat serta berbiaya murah (low cost). Murah di sini relatif bisa menyesuaikan dengan budget. Banyak sepeda bermutu bagus dari produsen lokal yang berharga di bawah satu juta. Untuk yang berbudget berjibun bisa memilih yang lebih mahal lagi. Namun untuk sehat bersepeda tidak harus sepeda mahal. Di Indonesia ada 3 produsen sepeda besar yaitu Wimcycle, Polygon, dan United. Bahkan sepeda Polygon telah menjadi brand internasional. Harusnya kita bangga memakai produk nasional yang bermutu tinggi. Tidak silau oleh produk berbau british. Sebagaimana iklan di media massa, meski produk lokal murni namun promosinya memakai artis/model bule atau kostumnya bule supaya terkesan modern/maju. Khas mentalitas orang terdahulu yang merasa inferior terhadap orang bule karena terlalu lamanya bangsa dijajah orang bule sehingga tertanam di alam bawah sadar khalayak superioritas bangsa barat beserta produk dan budayanya.

Tay dan Val melewati Jepang

Sedikit berita mengembirakan, sepeda lipat beroda 20 inci Polygon Urbano dipakai oleh 2 gadis bersepeda keliling dunia. Dua orang tersebut adalah wanita dari Singapura, Miss Val atau Tan Xin Hui (25) and Miss Tay atau Tay Siang Hui (31). Dua wanita yang semula bekerja sebagai produser acara TV di Singapore ini direncanakan menghabiskan waktu selama 5 tahun ke depan dengan dua sepeda lipatnya (Polygon Urbano). Saat ini mereka berdua tengah melintasi Meksiko dan Guatemala. Keduanya bakal melintasi Taiwan, Jepang, Amerika dan Eropa, untuk mewujudkan impiannya..
Apa yang menjadi impiannya?

One Upon a Time
I Believe That Dreams Can Come True
a project to go Around The World
documenting dreams Inspiring Dreams
despite Without A Cent

Jan Triangham tengah menggowes di Perancis

Ada juga pemuda Inggris, Jan Triangham (24 tahun,) yang berusaha berkeliling dunia dengan menggunakan sepeda lipat Brompton. Dia berangkat bersepeda dari Trafalgar Square, London, pada 27 July 2008. Rencananya akan melintasi 40 ribu km seluruh penjuru dunia melewati 5 benua . Rute awal mencakup Inggris, Perancis, Swiss, Italia, Yunani, dan Turki. Dilanjut ke India melalui Iran dan Pakistan. Pada mulanya Triangham berencana menggunakan sepeda normal namun lacur sepedanya dicuri ketika berada di London. Lantas pemuda ini memakai sepeda lipat Brompton sambil menghela trailer kecil di belakang. Ternyata dia merasa cocok berkeliling memakai sepeda lipat. Sangat bagus untuk perjalanan jauh dan tanjakan. Memang sepeda lipat sangat enak digowes di jalanan dengan tanpa pertimbangan kecepatan. Percobaannya berkeliling dunia dengan sepeda lipat terhenti di rute Turki. Karena berbagai alasan dia menunda rute berikutnya. Jan Triangham bertekad melanjutkan upayanya tersebut di musim semi 2011.

2 Tanggapan to “Sepeda Lipat Digowes Keliling Dunia”

  1. MENONE 1 Januari 2012 pada 8:50 AM #

    waaaaahhh bisa berkeliling dunia plus tambah sehat lagi hehehehehehe….

    Salam persahabatan selalu dr MENONE

  2. Par'ant 7 Juni 2012 pada 11:12 AM #

    hbs berapa sepeda tuh ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: