Review Sepeda Lipat Polygon Metro 3.0

14 Jul

Sepeda Lipat Polygon Metro 3.0

Sepeda lipat Metro 3 pilihan saya, terpilih di antara beberapa yang telah disurvei di internet. Pilihan yang paling murah sebenarnya Wim Cycle Pocket Rocket tapi di sejumlah forum ada keluhan terhadap stabilitas engsel lipatan. Ada juga United Bike tipe Norm dan Dot. Terus terang di daerah sini kurang familiar dengan sepeda United Bike. Di kelas sepeda lipat yang paling moncer sebetulnya adalah sepeda lipat Dahon. Sayang sepeda impor, harganya tidak terjangkau. Meski ada tipe yang murah Eco C6, katanya sekitar 3 jutaan. Pengen yang jaringan lokal namun berkualitas impor, dan yang paling penting bisa beli secara kredit.

Frame dan Engsel Dahon LT

Dari sekian sepeda lipat Polygon yang menarik ada 3 yakni Urbano 3/4/5, B2W, dan Metro 3. Konstruksi frame Metro 3.0 paling sederhana tapi kokoh. Susah hunting informasi performa Metro 3.0 di internet, mungkin langka yang menulis soal sepeda ini. Model frame Metro 3.0 sangat mirip dengan sepeda lipat Dahon tipe Mu P8, Curve D3, Eco C6, dan Mu Uno. Kayaknya Metro 3.0 memang produk DLT Polygon (Dahon Licensed Technology) yang mengambil frame dan engsel lipat Dahon. Secara overall Polygon Metro 3.0 seperti Dahon Eco C6 minus carrier di belakang.

Hari Minggu pesan barang, Selasa sore telah sampai di agen dan Rabunya sudah bisa diambil di toko sepeda di kota Pangkalan Bun. Lumayan ringan bobot sepeda lipat Metro ini jika diangkat. Entah berapa kg, rasanya masih dibawah 15 kg. Buktinya enteng saja sewaktu saya angkut di jok belakang sepeda motor Honda Megapro selama hampir 2 jam menempuh jalan buruk trans Kalimantan sejauh 95 km, termasuk jalan perkebunan berupa tanah yang diperkeras sepanjang 15 km. Tentu sepedanya dalam posisi fold dan diikat pakai 3 helai tali karet. Sampai di rumah, sepeda di-unfold dan ban dipompa, ban depan 3 bar dan ban belakang 3,5 bar. Lanjut pengamatan visual kondisi sepeda. Masih bagus meski bertambah lecet cat decal sepeda,pertama akibat delivery sebagaimana sudah ditemui saat di toko dan kedua mungkin akibat dibonceng pakai sepeda motor.

Rear Derailleur dan Casette 6 SP Shimano Tourney

Kesulitan pertama adalah ketika hendak mengencangi part sepeda ternyata baru tahu sepeda modern sekarang didominasi baut L. Terpikir juga sih mau beli multitool Polygon tatkala di toko, seharga 125 ribu (di brosur Polygon 95 ribu), masih ada 2 biji tapi duit di dompet sudah cekak. Terakhir memiliki sepeda waktu sekolah SD dengan sebuah sepeda jengki phoenix bekas warna biru dengan ban yang gundul. Sering terjatuh akibat slip ketika melintasi tumpukan debu. Bersepeda terakhir ketika SMP memakai sepeda federal teman karib. Konstruksi sepeda dulu didominasi mur baut biasa.

Roda 20 Inchi dengan V-Brake

Dari official web Polygon dapat diketahui material rangka (frame) alutech (paduan aluminium) dan garpu (fork) baja tarik tinggi hi-ten(high tensile steel). Headset dari steel Hi-Ten, handlebar buatan Promax, stem dan seat post dari alloy. Ukuran CT frame adalah 12 inci, sangat cocok untuk postur saya yang 161 cm. Dimensi rantai ½ x 3/32 x 104L, chainwheel 46T, freewheel Shimano Tourney 6 SP, rear derailleur Shimano Tourney. Rem depan dan belakang alloy V-Brake dengan brake lever palstik Tektro TS384AD. Di bagian bawah headtube dan spatbor belakang serta spoke roda depan dan belakang terdapat reflektor. Memantulkan balik sorot cahaya lampu kendaraan bermotor sehingga posisi pesepeda lebih mendapat perhatian pengendara bermotor. Pedal dari plastik yang bisa ditekuk (foldable) dan sisi sampingnya memiliki reflektor. Ukuran ban 20×1,75 inci buatan innova, rim beserta hub depan belakang alloy tanpa merk, dan spoke steel.

Sadel bawaannya buatan Polygon namun terasa keras. Saya lapis dengan saddle cover Velo GelTech Plus senilai 110 ribu, rasanya sudah mendingan. Tidak klop kalau tidak mengenakan helm sepeda ketika berkendara, aku tebus helm Polygon warna biru model Magma (S-15), berbobot hampir 3 ons, terbuat dari polystyrene.

Helm Sepeda Polygon Tipe Magma

Sayang, sepeda lipat Polygon Metro 3.0 tidak ada pilihan warna lain selain warna biru metalik. Harus puas dengan warna standar tersebut. Carrier di atas ban belakang bisa dimanfaatkan untuk memuat anak namun tidak dilengkapi footstep supaya kakinya aman. Brake lever kiri dan kanan material bawaannya plastik, coba seandainya dengan harga sepeda yang sekitar 3 juta harusnya dapat tektro yang alloy. Tidak disangka ternyata Metro 3.0 dilengkapi dengan bel plastik kecil, lumayan untuk mengebel saat melintas di depan pos satpam.

Shimano RevoShift di stang kanan

Begitu sepeda lipat orderan saya tiba, langsung saya pakai bersepeda ke tempat kerja. Selama dua hari dipakai gowes, kendali stang stabil demikian juga sambungan lipatan kokoh dan rigid. Perpindahan gigi menggunakan Shimano Revoshift lancar, enak melahap tanjakan. Sepeda ini memang tidak memiliki suspensi sehingga ketika dipakai pada medan berkerikil getarannya sangat terasa. Enjoy aja karena tujuannya untuk beraktivitas sekaligus berolahraga dengan portabilitas yang tinggi. Adanya spatbor sangat cocok di medan yang tiap hari harus dilalui karena jalan perkebunan hampir pasti tidak beraspal, berdebu saat kemarau dan becek saat penghujan. Konstruksi yang serba alloy mendukung ketahanan karat dari lumpur dan air hujan yang asam di daerah ini. Lumayan terasa di paha dan lengan setelah lebih dari 10 tahun tidak pernah gowes. Btw, mudah-mudahan semakin banyak teman yang bike to work. Biar nanti bisa bikin komunitas bike to work lokal, minimal di dunia maya.

2 Tanggapan to “Review Sepeda Lipat Polygon Metro 3.0”

  1. Angin Putih 23 Februari 2012 pada 9:04 AM #

    keren um..sekarang ada warna item om…lg nunggu nih…blm dtg2

  2. nisa 9 Maret 2012 pada 3:04 PM #

    gan, harganya berapa nih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: