Reaktor Nuklir AS Bocor?

2 Jul

Banjir PLTN Fort Calhoun Nebraska

Mengambil hikmah pelajaran dari apa yang menimpa reaktor nuklir Fukushima Daiici Jepang dan Fort Calhoun AS bahwa faktor keamanan lingkungan memakan biaya sangat besar dan malah diabaikan untuk menghemat biaya. Sementara belum tuntas krisis reaktor nuklir Fukushima Daiichi yang level 6, sama dengan level darurat Chernobyl, ancaman krisis reaktor nuklir menimpa reaktor Fort Calhoun di Nebraska AS pekan kemarin.

Banjir besar yang melanda Nebraska akibat meluapnya sungai Missouri sehingga air mengepung reaktor nuklir. Pada pagi 7 Juni muncul api ruang sirkuit listrik fasilitas nuklir Fort Calhoun,  menjadikan kehilangan daya beberapa saat selama 90 menit yang mematikan pompa pendingin batang bahan bakar nuklir bekas. Sebelumnya reaktor nuklir memang dalam kondisi diisi ulang bahan bakar nuklirnya. Sementara itu luapan sungai Missouri mendekati amabang kritis 42,5 kaki mengancam juga stasiun nuklir Cooper, juga di Nebraska. Kondisi darurat reaktor nuklir di Nebraska memaksa FAA melarang pesawat terbang melintas di daerah tersebut. Meski otoritas setempat OPPD (Omaha Publik Power District) mengklaim reaktor masih aman, pejabat badan keamanan nuklir Rusia (FAAE) berdasar data dari IAEA menyimpulkan Fort Calhoun berada pada level 4 darurat nuklir. Level 4 berarti adanya kerusakan inti yang penting atau melelehnya bahan bakar reaktor dengan potensi kebocoran pelindung. Minimal level 4 adanya paling tidak satu orang yang meninggal.

Sejauh ini belum ada konfirmasi adanya petugas reaktor nuklir Fort Calhoun yang tewas. Fasilitas Nuklir Fort Calahoun ikut didesain untuk menampung limbah bahan bakar nuklir dari sisa reaktor nuklir lainnya. Hingga 2010 tercatat ada 840 metrik ton batang bahan bakar bekas yang masih memiliki sifat radioaktif tinggi. Air harus terus meberus disirkulasikan untuk mendinginkan bahan bakar baik bahan bakar reaktor maupun batang bahan bakar bekas untuk mencegah pemanasan tak terkendali. Meskipun reaktor sedang shut-down karena proses pengisian ulang bahan bakar. Pembangkit nuklir Ft Calhoin memang sudah berumur 40 tahun. Sedangkan tanggul-tanggul bangunan reaktor tidak dirancang untuk menahan banjir lebih dari 3 bulan. Patut diingat, Reaktor No.4 Fukushima Daiichi sebelum krisis juga dalam kondisi shut down karena perawatan namun karena kegagalan pendinginan, tempat penampungan bahan bakar bekas jadi memanas sehingga timbul ledakan hidrogen dan api.

Kondisi darurat Fort Calhoun mirip dengan Fukushima Daiichi, perkiraan bencana alam mendatang sudah bisa diprakirakan namun diabaikan oleh otoritas setempat. Badan Atom Federal AS (Nuclar Regulatory Commission) tahun kemarin memasukkan Ft Calhoun sebagao salah satu dari 3 reaktor nuklir yang perlu mendapat perhatian. Ft Calhoun dinilai belum sepenuhnya menerapkan protokol perlindungan bahaya banjir dan rating-nya pelanggaran keamanan tingkat kuning. CEO OPPD berkilah mereka telah membuat pintu-pintu pengendali banjir baru.Tahun ini Nebraska dilanda banjir parah dalam sejarah. Tanggul pelindung reaktor maksimal menahan banjir setinggi 1.010 kaki dpl. Ketinggian banjir sempat mencapai 1.008 kaki dpl. Pada tanggal 26 Juni, ada satu segment tanggul yang jebol.

Belajar dari bencana Fukushima Daiichi, pemerintah Jerman bertekad secara bertahap menutup PLTN dan beralih ke sumber daya energi alternatif yang lebih aman. Sementara itu Pemerintah Indoensia tetap dalam rencana membangun satu unit PLTN ke depan. Menilik dari pengalaman kritis mulai dari Chernobyl, Fukushima Daiichi, dan Fort Calhoun tentunya pemerintah harus menerapkan standar keamanan yang lebih tinggi lagi supaya jika PLTN tetap dibangun tidak akan terjadi krisis keamanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: