Anggota DPR yang Satu Ini Bengal dan Liar

22 Mei

Partai Demokrat tengah melakukan pembenahan internal menyusul sejumlah kasus yang menimpa kadernya Muhammad Nazarudin. Ada sejumlah kader partai yang berusaha membela Nazarudin namun mainstream partai Demokrat tampaknya sudah membaca tanda-tanda yang dikeluarkan SBY. Kasus korupsi dan suap proyek wisma atlet SEA Games ternyata sekedar menu pembuka yang akhirnya menggelindidng menjadi bola salju yang mustahil dielakkan lagi. Pengacara Rosa pertama dalam kasus korupsi wisma atlet yang melempar informasi ke publik tentang pengakuan Rosa yang menyeret anggota DPR Komisi III Anggaran sekaligus bendahara partai Demokrat Muhammad Nazarudin. Belakang ada upaya-upaya untuk menutup kasus tersebut namun hingga kini masih ada pertentangan sengit melawan langkah tersebut.
SBY sendiri telah meminta ketua MK Mahfudz MD untuk menyampaikan ke publik berkenaan denga laporan tertutup Mahfud MD ke SBY. Dalam jumpa pers bersama Mahfud MD dan SBY, ketua MK tersebut mengungkapkan perihal prilaku Nazarudin yang pernah menggratifikasi sekjen MK dengan uang dollar Singapura sebesar 120 ribu pada tahun 2010 namun telah dikembalikan. Dua kasus di atas mengingat publik akan kasus yang melibatkan Nazarudin juga beberapa tahun yang lalu. Nazaruddin sempat ditahan pada Desember 2005 karena diduga memalsukan dokumen garansi Bank Syariah Mandiri Cabang Pekanbaru dan Asuransi Syariah Takaful Cabang Pekanbaru, Riau. Pemalsuan itu terkait dengan tender proyek di Departemen Perindustrian serta Departemen Perikanan dan Kelautan. Saat itu PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik Nazaruddin akan ikut tender proyek di dua departemen tersebut. Untuk ikut tender, PT Anugerah harus memiliki dana di rekening bank dengan nilai puluhan miliar. Namun dokumen garansi dan asuransi itu diduga dipalsukan sama persis seperti keluaran Bank Syariah Mandiri dan Asuransi Syariah Takaful, saat dicek ke bank, dana itu ternyata bodong.
Kasus yang santer dan pernah rame namun hingga kini belum terungkap adalah skandal pemerkosaan Nazaruddin terhadap SPG di Bandung tahun 2010 yang pernah diangkat tabloid Cek dan Ricek edisi VI nomer 36. Tabloid Cek & Ricek menjadikan kasus dugaan perkosaan Nazaruddin itu sebagai berita utamanya dengan judul ‘Skandal Seks Wakil Rakyat’ dalam edisi 636 Tahun XIII, yang mulai beredar, 3 November 2010. Di tabloid itu ditulis pelecehan tersebut dilakukan di salah satu hotel di kawasan Pasteur, Bandung, Mei 2010. Edisi Cek dan Ricek sempat menghilang dari pasaran karena diborong seseorang, mirip operasi penutupan informasi. Isu itu sudah diadukan ke Badan Kehormatan DPR. Namun Nazaruddin langsung membantahnya dan menyatakan sebagai fitnah. Setelah itu berita skandal itu pun kemudian menghilang.
Menilik track of record Muhammad Nazaruddin yang bengal dan liar tanpa takut menabrak kode etik yang telah ditetapkan pembina partai mestinya tidak ada peluang ampun lagi bagi dia bila elit partai demokrat tidak menginginkan kapal besar partai goyang dan bocor. Tetapi anehnya pernyataan-pernyataan M Nazaruddin di media masih ngotot dan keras kepala bahwa dirinya bersih dan benar. Tampaknya tipe tokoh ini harus dipaksa mundur tidak mungkin mau mengundurkan diri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: