Komputer Raspberry Pi Vs Laptop OLPC? Quo Vadis Proyek Komputer Anak Miskin

18 Mei

Proyek pengembangan laptop untuk anak-anak di negara miskin dan bergembang telah dirintis oleh Prof. Nicholas Negroponte mulai tahun 1997 dengan mengalami pasang surut dukungan berbagai lembaga internasional. Proyek ambisius dengan slogan awal $100 laptop namun hingga kini tidak pernah tercapai meski proyek tersebut masih berjalan sampai saat ini. Total laptop XO bikinan OLPC telah tembus lebih dari 2 juta unit yang didistribusikan di negara-negara miskin dan berkembang di Benua Amerika, Afrika, dan Asia. Nicholas Negroponte telah berkeliling ke berbagai lembaga internasional, perusahaan raksasa, dan pemerintahan dalam mencari dukungan bagi proyek OLPC. Proyek yang bertujuan membantu mengentaskan kemiskinan dengan memperdayakan pendidikan bagi masyarakat marginal lewat pemanfaatan laptop murah dan jaringan informasi. Proyek yang mulia mirip dengan proyek Garmeen bank yang dikerjakan Muhammad Yunus di Bangladesh. Muhammad Yunus sendiri pada tahun 2006 diganjar Nobel Perdamaian atas prakarsanya tersebut.
Sedangkan proyek Nicholas Negroponte banyak mendapat jegalan baik dari perusahaan hardware dan software yang terancam masa depannya dengan prakarsa beliau lewat OLPC. Tercatat Intel Corp yang pada awalnya masuk ke dalam proyek OLPC pada Juli 2007 akhirnya hengkang 6 bulan kemudian. Seperti diketahui, selain mendukung yayasan OLPC, Intel Corp. sendiri juga memproduksi laptop murah untuk kepentingan pendidikan anak-anak, Classmate PC, yang juga sejenis dengan laptop XO, keluaran yayasan OLPC. Hengkangnya Intel tersebut disinyalir karena manufaktur chip raksasa itu menolak untuk menomor-duakan program Classmate PC besutannya. Namun, Intel menyatakan, keputusannya ini lebih kepada perbedaan filosofis. Dijelaskan lebih lanjut Nicholas Negroponte, penggagas yayasan OLPC meminta Intel untuk meninggalkan Classmate PC, proyek pribadinya dan konsen untuk program OLPC. Hal inilah yang ditolak Intel dan memutuskan untuk mundur dari yayasan . Proyek Classmate PC yang dirilis ke pasar belakang meledak di pasaran melahirkan kelas komputer baru yaitu netbook yang chipsetnya diproduksi oleh Intel sendiri dengan platform prosesor Atom dengan orientasi bisnis. Bertolak belakang dengan filosofi OLPC yang pada dasarnya tidak menjual laptop tapi sistem pendidikan untuk anak miskin. Demikian pula mula Microsoft yang pada awalnya bergabung dengan OLPC dan menawarkan Windows XP yang dikustomsasi dengan harga per lisensi untuk latop XO sangat murah kurang dari $10 per lisensi. Padahal Windows XP sendiri oleh Microsoft sudah tidak disupport lagi. Proyek OLPC kemudian fokus dengan OS Linux dan piranti lunak pendukung pendidikan anak. Di beberapa negara kemudian muncul inisiatif yang diinspirasi oleh proyek OLPC yang melahirkan komputer murah di bawah $100 per unitnya. Seperti proyek Kementrian Pendidikan India yang dikembangkan oleh India Institute of Technology berupa latop Sakshat pada tahun 2010. Laptop yang notabene berupa tablet komputer 10” dengan OS linux atau android dengan harga per unit $ 35 dilengkapi dengan software pendidikan anak. Proyek tersebut bercita-cita mengintegrasikan 25 ribu sekolah dan 400 perguruan tinggi India dalam program e-learning melalui sebuah portal sakshat. Pada tahun 2009 perusahan CherryPal menawarkan netbook Afrika seharga $ 99 per unitnya namun belum banyak diketahui system software pendidikannya dan penggunaannya di ruang kelas pada negara miskin/berkembang.
Terkini pada awal Mei 2011 sebuah perangkat keras komputer kecil dan murah telah diekspos oleh Raspberry Pi. Jika sekarang ini kita mengenal netbook sebagai komputer mungil maka yang satu ini bisa dibilang komputer liliput akibat ukurannya yang sangat kecil alias hanya seukuran flashdisk. Komputer super mini ini dihasilkan oleh yayasan nirlaba Raspberry Pi Foundation asal Inggris yang didirikan oleh David Braben. Ia sendiri merupakan pembuat game Rollercoaster Tycoon yang cukup populer. Kreasi komputer mungil ini sengaja ditujukan bagi anak-anak yang belum memerlukan aktivitas komputasi kompleks sehingga hanya bisa melakukan proses seperti ber-Internet, aplikasi office ringan, dan permainan sederhana. Spesifikasi dari komputer mini ini sendiri mirip dengan peranti tablet. Jeroannya antara lain menggunakan prosesor ARM11 700 MHz, memori SDRAM 128 MB, card reader SD/MMC, dan chip grafis yang mendukung OpenGL ES 2.0. Kerennya, paket grafis ini mampu melakukan displai hingga 1080p (Full-HD). Komputer yang memanfaatkan sistem operasi Linux Ubuntu ini tetap membutuhkan perangkat lain macam keyboard, mouse, dan juga monitor. Untuk sementara. komputer mungil ini masih berupa prototipe. Namun, Raspberry Pi serius menggodok proyek tersebut agar bisa tembus ke pasaran. Harganya pun direncanakan jauh lebih murah, US$ 25, dibandingkan laptop OLPC (one laptop per child) yang digagas Profesor Negroponte beberapa tahun lalu. Namun tentunya perlu dukungan software pendidikan anak dan menganut filosofi proyek OLPC. Bahwa yang diproduksi bukanlah sekedar perangkat keras berupa komputer atau laptop melainkan suatu sistem terintegrasi pendidikan anak-anak yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak baik OS dan aplikasi pendukung, pelatihan guru dan metode pendidikan, serta dukungan jaringan dan komunitas. Terutama tujuan akhirnya adalah mengentaskan kemiskinan dan mengurangi gap melek teknologi terutama di negara-negara miskin dan berkembang. Semoga Kementrian Pendidikan Indonesia suatu saat memiliki inisiatif dan menggelar proyek semacam ini. Tentunya kalau Indoensia ya memiliki problem kronis ada proyek pasti ada celah korupsi. Satu penyakit sosial Indonesia yang mustahil bisa sembuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: