Komputer Mini yang Makin Imut dan Kemudahan Akses Informasi

18 Mei

Penetrasi komputer dalam pekerjaan dan layanan aktivitas masyarakat tidak bisa dipungkiri. Pada eran 1960-an sebuah komputer mainframe raksasa hadir dalam ruang perusahaan dan universitas. Kini sebuah server berukuran pc sudah bisa menggantikan tugas dan fungsi komputer frame dengan harga dan maintenance yang realistis. Demikian pula wujud komputer mini terus menerus berevolusi menuju rupa yang semakin kecil dengan pengertian yang semakin populer terpisah dengan server. Sekarang pun komputer server tidak harus sebuah komputer dengan spek processor high performance atau pun memori kecepatan tinggi, sebuah pc umum dengan kustomisasi operating sistem sudah bisa dipakai sebagai server dengan batasan-batasan tertentu. Komputer mini berevolusi makin personal. Pada tahun 1964 perusahan EDP membuat produk komputer mini seri PDP seperti PDP-7 dan PDP-8 yang sangat populer kala itu dengan harga per unit sekitar 16 ribu dollar. Komputer PDP-8 terjual hingga 50 ribu sistem ke seantero dunia. Penjualan komputer berupa sistem PC dan sistem yang kompatibel dipelopori oleh IBM pada dekade 1980-an mengubah penggunaan komputer makin personal hingga evolusi dari komputer desktop ke komputer laptop (notebook), deskbook, hingga netbook.
Pada dekade 2000-an muncul form factor komputer yang makin kecil seperti SFF (small form factor), barebone computer, Mac mini (platform dari Apple Mac), form komputer yang menyerupai handphone. Harga per produk pun makin murah dari belasan ribu dollar hingga kini ditarget kurang dari 100 dollar. Terakhir muncul komputer mini yang dihasilkan oleh yayasan nirlaba Raspberry Pi Foundation asal Inggris yang didirikan oleh David Braben. Kreasi komputer mungil ini sengaja ditujukan bagi anak-anak yang belum memerlukan aktivitas komputasi kompleks sehingga hanya bisa melakukan proses seperti ber-Internet, aplikasi office ringan, dan permainan sederhana. Spesifikasi dari komputer mini ini sendiri mirip dengan peranti tablet. Jeroannya antara lain menggunakan prosesor ARM11 700 MHz, memori SDRAM 128 MB, card reader SD/MMC, dan chip grafis yang mendukung OpenGL ES 2.0. Pengolah grafis komputer mini ini dikabarkan mampu menampilkan displai hingga 1080p (Full-HD). Komputer yang memanfaatkan sistem operasi Linux Ubuntu ini tetap membutuhkan perangkat lain macam keyboard, mouse, dan juga monitor. Semoga dengan makin murah komputer beserta makin mudahnya koneksi internet makin melek teknologi dan informasi bagi anak-anak di negara miskin dan berkembang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: