Konstelasi Kapal Selam Asia Tenggara dan Ancaman Laten Korupsi

12 Mei

Sudah bertahun-tahun Kemenhan menimbang-nimbang penambahan kapal selam sampai ditender ulang segala dan hingga kini pun belum ada keputusan. Pemain tender pun telah tersisa dua galangan Rusia dan Korea Selatan. Sementara Kemenhan Thailand telah bergerak lebih cepat dengan memilih membeli kapal 6 unit kapal selam bekas Jerman tipe U-206A dan berharap segera disetujui kabinet.  Meski bekas dengan umur lebih dari 30 tahun tapi masih andal dalam sepuluh tahun ke depan dengan biaya pembelian yang jauh lebih murah, 7,7 milyar Baht. Kapal selam tersebut masuk kategori ringan dengan bobot 450 ton,  diawaki 20 pelaut, bersenjata 8 peluncur torpedo 21 inci. Pilihan tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis Thailand yang merupakan laut perairan dangkal. Singapura merupakan negara kedua di Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal selam pada tahun 1997 setelah membeli kapal selam Challenger class bekas AL Swedia. Kontrak penbelian pada tahun 1995 dengan meretrofit kapal selam Swedia buatan tahun 1968. Kapal selam kelas Challenger berbobot 1.130 ton, diawaki 28 pelaut, bersenjata torpedo 4 peluncur 21 inci dan 2 peluncur  16 inci, serta ranjau laut. Pada tahun 2005 AL Singapura menambah 2 unit kapal selam kelas Archer, satu unit telah diluncurkan tahun 2009.  Kapal selam tersebut merupakan kapal selam bekas Swedia kelas Vastergotland produksi tahun 1987 dan 1988. Berbobot 1400 ton, kapal selam kelas Vastergotland berawak 28 personel, bersenjata 6 peluncur torpedo 21 inci dan 3 peluncur 16 inci. Pada tahun 2009 Vietnam telah menandatangani kontrak pembelian 6 unit kapal selam kelas Project 636 Kilo (improved) dari Rusia. Rencananya batch pertama dikirim 2012, kapal selam kelas improved Kilo Vietnam berbobot 2300 ton berawak 52 personel disamping bersenjata torpedo juga dilengkapi peluncur rudal S-Club berdaya jelajah 275 km yang mampu menghancurkan target permukaan maupun pantai. Malaysia pada tahun 2009 telah lengkap 2 unit kapal selam kelas Scorpene yang dipesan pada tahun 2002 dari galangan DCNS Perancis. Kapal selam Scorpene berawak 31 personel disamping membawa 18  torpedo atau ranjau dengan 6 peluncur kaliber 21 inci juga telah dilengkapi dengan rudal anti kapal SM-39 berdaya jelajah 50 km. Menjadikan Malaysia menjadi negara Asia Tenggara yang memiliki armada kapal selam tercanggih sebelum Vietnam menerima batch kapal selam kelas improved Kilo. Konstelasi di atas masih belum dikorelasikan dengan armada kapal selam Australia, RRC, India, Korea, dan Jepang yang lebih powerfull dari kekuatan armada kapal selam regional Asia Tenggara. Untuk Indonesia memang berpulang pada kondisi keuangan negara. Dengan mengetahui kondisi keseimbangan pertahanan regional seperti di atas, semoga para koruptor bisa berpikir ulang jika hendak mengkorup uang negara. Supaya uang negara bisa terkumpul cukup untuk pengadaan unit kapal selam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: