Menyoal Pelesiran DPR: Website Termahal dengan Layanan Termurah

11 Mei

Kunjungan ke luar negeri oleh anggota DPR secara rame-rame tanpa diketahui hasilnya, tanpa laporan hasil kunjungan yang didapat menunjukkan inefektif dan inefisien. Empat belas kunjungan antara lain ke AS, Turki, Rusia, Prancis, Spanyol, Cina, Australia, Inggris, Irak, Jerman, dan India.  Biaya kunjungan total menghabiskan dana sekitar 14,16 milyar rupiah tanpa hasil kunjungan yang dipublikasikan ke publik. Padahal sebagai wakil rakyat, publik berhak mendapat informasi apa yang wakil mereka dapatkan dari kerja ke luar negeri. Padahal TKI hasilnya pasti ditransfer ke keluarga mereka di tanah air. Kalau tidak pasti keluarga di tanah air bertanya-tanya, ada apa dengan nasig TKI di sana, hidup apa mati atau malah kawin lagi. Anggota DPR pasti secara intelektualitas di atas rata-arat masyarakat awam dan secara ekonomi pasti di atas rakyat jelata tetapi kenapa mentalias mereka seperti koruptor? Padahal jika mereka mau bisa dimanfaatkan situs resmi dewan yaitu www.dpr.go.id  yang kesohor itu. Padahal pembuatan situs resmi DPR itu telah memakan biaya besar. Untuk penyusunan, pengkajian dan pengembangan data dan informasi saja, pada 2010 lalu anggarannya sebesar Rp 35 miliar, pada 2009 sebesar Rp 33 miliar,” katanya. Dana sebesar itu seharusnya digunakan untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas DPR sebagai lembaga yang menggunakan uang pajak masyarakat minimal via situs resminya sehingga publik mendapat akses informasi yang terbuka. Website ini dikerjakan oleh CV Insani Sarana Mandiri yang pada awalnya menelan biaya 600 juta rupiah. Situs www.dpr.go.id menjadi situs termahal di Indonesia dengan layanan termurah. Bagaimana tidak termurah lha wong isinya cuma foto-foto kegiatan aja dan anggotanya tahunya cuma akun email gratisan di yahoo.com. Lagian penulis beberapa kali reload pun situs tersebut masih sulit dibuka dengan akses gprs padahal situs-situs populer lain tak ada masalah separah situs resmi DPR. Mbok yao di dicantumkan plan kunjungan ke luar negerinya jelas periodenya, tujuannya apa, siapa yang hendak dijumpai, dimana lokasi pertemuannya, data apa yang dibutuhkan, baru dimuat hasil yang diperoleh setelah kunjungan. Jangan karena dikejar-kejar baru dibuat, harusnya proaktif jangan reaktif. Dan yang pasti esensi dan relevansi kunjungan itu, masak belajar peraturan kemiskinan ke Australia, belajar pramuka ke Afrika Selatan. Mending belajar anti korupsi ke China aja, di sana koruptor dihukum mati.

Iklan

Satu Tanggapan to “Menyoal Pelesiran DPR: Website Termahal dengan Layanan Termurah”

  1. KHOIRI 11 Mei 2011 pada 7:15 PM #

    Jadi anggota DPR aja PAk, Atau Penasehatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: