ASEAN, Konflik Regional, dan HAM

7 Mei

ASEAN merupakan salah satu organisasi kerjasama regional yang sangat diperhitungkan oleh negara-negara besar dunia. Namun diakui masih jauh dari gambaran Uni Eropa yang juga mayoritas merupakan negara-negara penopang NATO (aliansi pertahanan). Mulai dari awal didirikan pada tahun 1978 hingga sekarang kerjasama regional yang ditekankan masih berkutat pada kerjasama ekonomi dan perdagangan. Sulit untuk mencakup kerja sama pertahanan secara komprehensif apalagi hingga menjadi semacam aliansi pertahanan regional. Hal tersebut diakibatkan masih kentalnya konflik regional dan aroma perang dingin di era pembentukannya dan beberapa dekede berikutnya. Meskipun perang dingin telah usai tetapi hingga kini tidak satu pun negara-negara anggota ASEAN yang mampu mandiri dari pengaruh kekuatan negara-negara besar dunia seperti AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan China. Pengaruh tersebut bisa berupa kebijakan politik luar negeri, finansial, pertahanan beserta alutsista. Kemauan menyelesaikan konflik antar negara anggota ASEAN juga belum menjadi prinsip utama, selalu dilibatkan wadah dari PBB sehingga menunjukkan ketidakmampuan menyelesaikan konflik antar anggota sendiri. Berarti pula masih ada ketidakpercayaan di antara mereka. Untuk mencapai tataran organisasi yang komprehensif menuju kemakmuran kawasan harus didasarkan saling percaya secara inheren dan memberi otoritas yang lebih besar kepada ASEAN. Isu-isu primordial semacam demokratisasi, HAM, sengketa perbatasan, harusnya bisa diselesaikan secara internal dan damai. Terutama demokrasi dan HAM sangat erat dengan tingkat kesejahteraan dan pendidikan penduduk, tidak semata-mata indikator makro ekonomi saja. Semakin sejahtera dan terpelajar penduduk sebuah negara dengan sendirinya akan mendorong demokratisasi berikut kesadaran HAM tanpa sebuah negara diserang dan dihancurkan oleh negara-negara kuat. Notabene modus semacam itu biasanya tidak obyektif dan ada motif penguasaan sumber daya alam dan mencipta dominasi pangsa pasar baru. Apabila prakondisi tersebut bisa tercapai maka ASEAN bisa meningkatkan diri menjadi organisasi kerjasama regional sebanding dengan masyarakat Eropa atau Uni Eropa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: