Hari Buruh dan Anti kemapanan

3 Mei

Kemarin tanggal 1 Mei di berbagai negara termasuk Indonesia diperingati dengan demonstrasi oleh kaum yang mengklain diri sebagai buruh atau pekerja. Inti demontrasi adalah penyampaian aspirasi untuk tingkat kesejahteraan pekerja yang layak. Hari Pekerja dapat dirunut sejarahnya dari proses perjuangan kelas buruh dari Amerika Serikat yang kemudian diangkat oleh tokoh dan organisasi sosialisme dan menginspirasi juga komunisme sebagi premis pertentangan kelas. Para kaum pekerja di Chicago melakukan demontrasi besar-besaran selama empat hari mulai hari Sabtu pada tanggal  1 Mei 1886 dengan jumlah massa sekitar empat puluh ribu di  Haymarket Square. Keseluruhan pekerja yang terlibat dalam peristiwa May Day seantero AS berkisar dari tiga ratus ribu hingga setengah juta orang. Hari Sabtu tersebut memang sudah disiapkan oleh serikat pekerja AS, Federation of Organized Trades and Labor Union, untuk menyampaikan tuntutan 8 jam kerja sehari, jauh dari kodisi yang dialami pekerja saat itu hingga 15 jam sehari. Pada hari ketiga aksi, sejumlah 400 polisi dikerahkan ke pabrik peralatan pertanian McCormick yang diduduki pekerja. Bentrokan terjadi dan menyebabkan 4 pekerja pabrik tewas. Kejadian tersebut memicu perlawanan para pekerja di keesokan harinya yang berpawai di sekitar taman Haymarket.  Kepanikan melanda luas pada waktu demonstrasi setelah ada sebuah bom pipa yang meledak  dekat barisan polisi menewaskan polisi Mathias J. Degan. Polisi pun mulai melepaskan tembakan dan kekacauan merona, alhasil 8 polisi tewas dan 60 lainnya terluka sedangkan 4 orang pekerja tewas, tidak ada data yang pasti jumlah demonstran yang terluka. Panangkapan besar-besaran para pemimpin serikat buruh digelar setelah peristiwa Haymarket. Delapan pemimpin serikat kerja dihukum mati yakni August Spies, Albert Parsons, Adolph Fischer, George Engel, Louis Lingg, Michael Schwab, Samuel Fielden dan Oscar Neebe, mayoritas merupakan imigran atau keturunan Jerman. Pada 10 November 1887 Ligg bunuh diri di selnya. Esoknya Spies, Parsons, Fischer, dan Engel digantung. Pada 26 Juni 1893, Gubernur Illinois John Peter Altgeld mengampuni  Fielden, Neebe, dan Schwab. Pada konggres The Second International (pertemuan internasional kelompok sosialisme) di Paris pada 14 Juli 1889 disepakati tanggal 1 Mei sebagai Hari Pekerja Internasional dengan tuntutan utama adalah pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari. Kesepakatan tersebut kemudian diadopsi oleh lembaga serikat buruh di seluruh penjuru dunia hingga kini. Bahkan hari buruh menjadi hari besar nasional terutama di negara-negara komunis seperti Uni Soviet dan RRC yang menjadi salah satu faktor pemersatu dalam keberhasilan Revolusi Bolshevik November 1917 . Hari buruh menjadi peringatan pertentangan kelas antara kelas pekerja (proletarian) dengan kelas pemilik modal (borjuis kapitalis) karena memang negara-negara komunis didirikan berdasarkan konsep pertentangan kelas seperti itu sehingga di negara-negara berkembang yang tidak terpengaruh pada paham komunisme, hari buruh dibatasi atau bahkan dilarang karena memang sangat berkaitan dengan konsep komunisme yang diadopsi Lenin dalam penggembosan pemerintah. Meski konsep Leninisme terbukti telah bangkrut namun idealisme sosialis masih menjadi panutan bagi kelompok anti kemapanan. Namun pada sisi lain, hari buruh dapat dipakai sebagai peringatan bagi pemerintah untuk lebih giat lagi bekerja meningkat kesejahteraan seluruh rakyat termasuk kaum buruh di dalamnya, memerangi kemiskinan dan kebodohan, dan menekan korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: