Awas Wabah Hepatitis / Liver

27 Apr

Penyakit hepatitis, ada juga yang menyebutnya dengan liver, kerap berjangkit di daerah kita dengan intensitas yang acak. Kejadian ini tidak mengherankan karena Indonesia adalah negara dengan prevalensi hepatitis urutan ketiga setelah RRC dan India. Diperkirakan penduduk bumi yang mengidap penyakit hepatitis sekitar 360 juta orang dengan angka kematian 350 ribu orang per tahun. Di Indonesia estimasi penderita penyakit hepatitis sekitar 30 juta orang. Hepatitis ada dua kategori akut da kronis. Jenis-jenis hepatitis ada 6 yaitu hepatitis A, B, C, D, E, G. Sedangkan hepatitis jenis F masih dalam perdebatan para ahli.  Hepatitis yang paling banyak berjangkit adalah hepatitis A merupakan kategori akut. Sedangkang lainnya kategori kronik dan bisa meningkat menjadi kanker hati ataupun sirosis yang bersifat mematikan. Sumber penyakit hepatitis berasal dari  lima jenis virus yakni HAV, HBV, HCV, HDV, dan HEV. Yang paling umum menyebar adalah HAV kemudian HBV dan HCV.

Hepatitis A

Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala  sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Baik feces maupun urin muncul perubahan, feces menjadi berwarna gelap kehitaman dan urin menjadi berwarna kuning pekat dan keruh. Tanda bahwa bilirubin yang diproduksi kantung empedu telah masuk ke sistem peredaran darah. Mata kuning (ikterus atau jaundice) merupakan gejala khas penyakit hepatitis sehingga orang menyebutnya juga dengan sakit kuning. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik. Masa inkubasi sekitar 30 hari. Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur, ikan yang tidak dimasak atau maka yang setengah matang. Minum air dan produk turunannya yang prosesnya terkontaminasi atu air sumbernya telah terkontaminasi. Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau alat/pisau cukur atau tato dan tindik yang terkontaminasi, kontak darah dan transfusi darah, gigitan manusia, ibu hamil terhadap janinnya, dan hubungan seks. Penderita HIV/AIDS juga rentan mengidap HBV sebagai koinfeksi penyakitnya. Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika dan orang yang mempunyai banyak pasangan seksual (heteroseksual).

Hepatitis C

Hepatistis C pada umumnya hampir tidak bergejala (silent epidemic), banyak penderita baru merasakan sakit setelah bertahun-tahun mengidapnya.  Metode penularan HCV  sama dengan metode penularan pada HBV/hepatutis B. HCV juga dapat menular melalui hubungan seks tanpa kondom, terutama antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Kurang lebih 75-85% orang terinfeksi HCV mengembangkan penyakit kronis yaitu sirosis dan kanker hati. HCV dapat sangat ringan atau sama sekali tidak menunjukkan gejala, tetapi pada kurang lebih 20% orang dapat menyebabkan kerusakan hati yang berat pada kurun waktu 15-50 tahun. Infeksi HIV memburukkan penyakit HCV.

Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan sama dengan penularan hepatitis B. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif. Penyakit Hepatitis D akan memperberat penderita penyakit Hepatitis B.

Hepatitis E
Hepatitis E umumnya terjadi di Asia, Mexico, India dan Afrika. Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), kecuali bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan ibu hamil. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces sama dengan metode penularan pada hepatitis A.

Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah dan jarum suntik.

Identifikasi penyakit hepatitis dengan memeriksa darah kita untuk melihat apakah hati kita bekerja secara normal. Tes fungsi hati tersebut mencakup pengukuran tingkat bahan kimia tertentu, misalnya bilirubin, AST/SGOT dan ALT/SGPT, dan kadar bilirubin dalam darah. Tingkat zat ini yang tinggi dalam darah mungkin menandai hepatitis.

4 Tanggapan to “Awas Wabah Hepatitis / Liver”

  1. PartaWinata 27 April 2011 pada 7:13 AM #

    Makasih infonya gan… Salam

    • cakidur 27 April 2011 pada 8:55 AM #

      Berbagi informasi untuk saling mengingatkan karena saya juga pernah dirawat di RS Karyadi waktu sakit hepatitis A selama 3 minggu.

  2. irmasenja 27 April 2011 pada 8:20 AM #

    terima kasih infonya sobat,sangat bermanfaat…..:)

    • cakidur 27 April 2011 pada 8:46 AM #

      Sekedar saling mengingatkan karena saya juga pernah dirawat di RS Karyadi waktu sakit hepatitis A selama 3 minggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: