Tuna Grahita, Lebih Pandirkah dari Kita

8 Sep

Cristobal Colon, seorang psikiater asal Barcelona (sangat populer akan klub bolanya kaki), telah cukup lama bekerja di klinik psikiatri. Dia berpikir bagaimana caranya membantu lebih banyak kepada kelompok manusia yang banyak di tangani, tuna grahita. Bahwa manusia pada naluri dasarnya adalah ingin bekerja, tidak semata-mata karena materi melainkan sebagai salah satu perwujudan interaksi sosial. Baik orang normal maupun orang tuna grahita tentu membutuhkan pekerjaan. Sebagaimana orang kaya dan orang miskin membutuhkan pekerjaan, walaupun orang terkaya ia bahkan rela tidak dibayar ataupun justru mengeluarkan uang atas pekerjaannya asal dia bisa bekerja di yayasan sosial yang ia dirikan misalnya. Cristobal Colon, ejaan Inggrisnya Christopher Colombus, yang tinggal di wilayah Catalunya, akhirnya dengan modal pinjaman dari bank pada 1982 mendirikan sebuah perusahaan susu dengan produk utamanya yoghurt. Perusahaan tersebut diberi nama La Fageda, mempekerjakan sebagian orang normal dan sebagian lagi orang tuna grahita sebagai terapi bekerja untuk mereka. Jadi selain kewajiban perusahaan memberikan jaminan sosial pekerja, La Fageda juga memberikan penanganan psikiatri bagi karyawannya. Pada tahun 1993 perusahaan itu hampir gulung tikar karena jatuhnya harga produk susu dan turunannya. Selain itu sebagai pendatang baru La Fageda harus bersaing keras dengan perusahaan-perusahaan yang telah mapan dan sudah hadir lebih dahulu di pasar Spanyol. Dan sesuatu yang fantastis terjadi, pada pangsa pasarnya La Fageda pada tahun 2007 menjadi perusahaan terbesar no.3 di Spanyol di bawah perusahan multinasional kelas kakap Nestle dan Danone. Selain yoghurt kini La Fageda memiliki 15 jenis produk susu dan turunannya. Dari 250 karyawannya, 140 orang diantaranya adalah penyandang tuna grahita, berarti mayoritas dari karyawan perusahaan. Coba kita hitung ada berapa orang normal di antara karyawan perusahaan tempat kita bekerja? 100 persen! Apakah kinerjanya setara dengan La Fageda. Mari kita renungkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: