Makan Dunkin Donat Pertamakali

23 Apr

Tatkala aku mampir ke Jakarta tahun 2007 sempat jalan-jalan malam ke Atrium Plaza, sebuah pusat perbelanjaan kaum borjuis. Di situ kebetulan lewat koridor bawah warung dunkin donut. Aku pikir-pikir: kebetulan nih, aku ingin merasakan apa enaknya dunkin donut yang pernah bikin ngiler saat nonton TV waktu aku SMP/SMU. Beranjaklah kaki ini naik ke satu lantai atas lagi sambil pasang setelan orang kota, sok gaul dan duitan, agar tidak nampak tampangku yang wong ndeso dan katrok.
Sejenak aku celingukan lihat dulu gimana orang beli dunkin donut, aku ngikut di belakang cewek cakep menuju tukang tokonya sambil lihat-lihat dafar harga, jangan sampai tongpes (bikin malu aja). Maklum aku dari kaum proletar. Setelah ditanyai tukang roti yang seksi aku pesan selusin macam-macam rasa untuk oleh-oleh istriku di Pangkalan Bun. Mudah-mudahan halal.
Untuk yang makan di warung ini, aku minta donat coklat dan kopi cappucino. Hemm.. ternyata enak juga. Mimpi yang menjadi kenyataan…
Aku sengaja duduk di belakang orang bule untuk merasakan nikmatnya makanan orang bule ini. Mereka asyik bicara yang bahasanya aku tidak tahu juga, English or not.. Suasanya remang-remang dengan nyala lampu yang redup kayak di diskotik katanya. Aku sendiri tidak tahu diskotik. Tapi memang desain interiornya cukup ergonomis. Mudah-mudahan halal nih makanan orang bule.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: