Arlojiku Koit

28 Mar

Arloji casio illuminator yang bertahun-tahun menemaniku akhirnya koit juga. Gagal usaha untuk memperpanjang umur jam tangan kesayangankku. Penggantian batere hanya membuatnya bertahan kurang dari sebulan. Dua minggu setelah diservis tukang jam di plasa kandilo malah membuat kaca berembun. Aku pikir, jika berembun terus maka akan beresiko menyebabkan short pada IC arlorji sehingga matot alias mati total. Ternyata apa yang kuduga bakal terjadi akhirnya menjadi kenyataan. Ini membuatku kecewa, seandainya ada service center casio di sini pasti akan kubawa ke sana. Tapi ini pelosok Kalimantan bro. Jadi aku ucapkan good bye, terima kasih atas pengabdianmu selama ini arloji casio. Mungkin sudah waktunya mencari arloji baru, tentunya akan kucari yang sama dari seri casio. Mudah-mudahan kelak usia pakainya lebih dari 8 tahun, lebih lama dari casio illuminator itu.

Pengamen di Warung Bakso Sapi

22 Mar

image

Seorang pengamen dengan gitar akustik dan gaya fangki. Duduk di kursi berkaki tinggi di samping pintu masuk. Setia melantunkan lagu-lagu Iwan Fals yang memang dari sononya sudah pas diiringi petikan gitar akustik. Suaranya cukup merdu mengisi suasana warung bakso di bilangan Jalan Sudirman, Balikpapan. Model mengamen yang unik, tidak berpindah-pindah tempat, setia dengan lokasi warung ini (bombastis), tidak mengedarkan kotak amal, hanya duduk sambil bernyanyi terus. Pelanggan warung yang keluar kadang memberikan tips kepada sang pengamen. Sesekali dia meneguk botol air mineral untuk membasahi tenggorakannya yang terus-menerus melantunkan lagu-lagi Iwan Fals. Aku sendiri mengulik mie pangsit kuah. Kangen dengan cwie mie alias pangsit mie. Kebetulan lewat depan kedai ini. Suguhannya seperti mie pangsit depot Bu Tin yang di Grogot. Tapi cita rasanya masih lebih bagus mie pangsit Bu Tin.

Keturutan Belibis Bakar

22 Mar

image

Beruntung sekali aku hari ini berhasil mendapatkan seporsi belibis bakar. Penasaran banget mencicipi cita rasa belibis bakar. Belum pernah merasakan, sekali berkunjung ke warung makan ini tapi menu tersebut kosong. Cukup jauh memang untuk bertandang, tiga jam perjalanan ke Petung, Penajam Paser Utara. Setelah memesan menu belibis bakar, muncul pelayan dengan menghidangkannya. Hitam kecoklatan dilaburin kecap. Dagingnya cukup liat, lebih liat dari ayam kampung. Hampir sama liatnya dengan daging burung truwok. Tulangnya kecil khas fisiologi burung terbang. Tidak seperti kelompok unggas berjalan seperti ayam dan bebek.

Update OS Blackberry ke Versi 10.3

8 Mar

image

Kabar tentang software operating system BlackBerry 10.3 sudah lama tersiar. OS tersebut mengemukaka di masa rilis blackberry passport dan blackberry Q20. Fitur utama utama pada OS Blackberry 10.3 menurutku adalah voice assistant mengikuti jejak Siri iOS, Cortana Windows Phone, dan Google Now. Namun sudah kucoba menggunakan voice assistant masih kurang impresif. Mungkin aku saja yang belum tahu sela-selanya. Fitur utama kedua adalah konektivitas handset blackberry dengan perangkat komputer desktop atau laptop dan table android atau ipad. Aku menjajal koneksitas BB Q10 dengan laptop Windows 8.1 dengan Blackberry Blend. Semula mengalamai kendali meskipun sudah saya instal BB Blend baik di handset BB Q10 maupun di perangkat laptop HP Pavilion dengan OS Windows 8.1. Usut punya usut ternyata perangkat lunak BB blend di handset perlu diupdate dengan versi terbaru. Padahal tidak ada notifikasi permintaan update di perangkat Q10 juga di BlackBerry World.
Gadgetku sendiri sudah aku update OS dua kali. Pertama versi kedua dari OS BB 10.2 lantas yang kedua OS BB 10.3. Pada awalnya. Tidak menyangka Q10 bakal mendapat update OS BB 10.3. Karena sudah aku set otomatis update maka tatkala secara OTA sudah ada update, handset Q10 mengunduh update tersebut. Ini memerlukan usaha keras pasalnya tempat tinggalku miskin sinyal. Usaha pertamaku mendownload update sebesar 1 GB. Sudah selesai download dan install tapi anehnya masih belum muncul OS BB 10.3. Malahan minta download lagi sebesar 1.5 GB. Ini bukan perkara sepele di dunia sinyal EDGE, tidak mudah mencari sinyal 3G kecuali ke kota atau mencari lokasi tertentu. Untungnya sewaktu turun belanja ke kota sempat mendownload lumayan besar hingga 1.3 GB. Sisanya aku selesakan dengan mencari lokasi dekat boiler yang kuat menangkap sinyal 3G. Setelah selesai instalasi update OS BB 10.3 dan setting perangkat, lanjut download BB Blend untuk Windows.

image

Memakai BB Blend serasa memindahkan display handset BB ke monitor komputer. Koneksi seamless seperti yang dijanjikan Blackberry ternyata tidak semulus yang aku bayangkan. Masih terasa ada lag, padahal koneksi dengan laptop memakai kabel usb. Mungkin pengaruh jaringan data seluler. Namun perlu dicatat BB Blend hanya mengakomodasi fitur yang native di OS BB seperti BBM, sms, email, dan file browser. Semoga ke depan semakin banyak yang diakomodir misalkan facebook, twitter, dan sebagainya.

Tepat Waktu

28 Feb

Bertahun-tahun kita bekerja namun masih adakalanya terlambat masuk kerja. Disiplin kerja masih harus ditingkatkan. Untuk memotivasi berangkat kerja tepat waktu, ada satu kisah yang sangat menarik, patut dijadikan suri teladan. Adalah James Robertson, seorang pria kulit hitam Amerika (kelihatannya), buruh pabrik di Detroit yang memberi inspirasi kita tentang kegigihan untuk tepat waktu. Beberapa pekan yang lalu dia menjadi perbincangan pers Amerika tatkala kisahnya diungkap ke media. Usianya saat ini 56 tahun, sangat berumur sebagai seorang buruh pabrik. ¬†Terakhir dia punya mobil pada waktu sepuluh tahun yang lalu, merk Honda. Namun kemudian rusak dan tidak sanggup memperbaikinya apalagi membeli baru. Tempat tinggalnya di pinggiran kota Detroit, cukup jauh dari pabrik tempat bekerja di sisi lain kota. Sebagai seorang operator mesin moulding plastik, gajinya 10,55 Dollar per jam. Sedikit di atas upah minimum Detroit yang 8 Dollar per jam. Sistem transportasi kota Detroit tidak memungkinkan dia untuk langsam berangkat dari rumah ke tempat kerja. Dia harus naik bus diselingi jalan kaki sejauh 20 mil atau sekitar 35 km per harinya pulang pergi. Aktivitas ini dijalankannya sudah hampir sepuluh tahun. Dan selama rentang waktu tersebut, absensinya sempurna alias tidak pernah mangkir ataupun terlambat masuk kerja. Bayangkan jam kerja mulai jam 2 siang maka James Robertson harus berangkat dari rumah jam 8 pagi. Sudah dipastikan jam istirahatnya di rumah lebih sedikit dibanndingkan rekan kerja lainnya. Tapi dia tetap bersemangat tinggi dalam bekerja di perusahaannya. Manajer pabrik sangat salut terhadap James Robertson. Tidak jarang dia mengajak makan siang bersama Robertson di pabrik dengan membuka bontot yang dimasak istrinya. Ketika ada buruh pabrik yang terlambat masuk kerja, manajer pabrik mengambil contoh James Robertson sebagai suri tauladan. Dia berkata kepada karyawan telat,” Lihat Robertson, dia berangkat kerja ke pabrik dengan naik bus tapi tidak pernah terlambat. Sedangkan kau naik Pontiac malahan terlambat masuk kerja”.
Pada dua tahun terakhir James Robertson dibarengi oleh Blake Poloke, seorang bankir perusahaan investasi di Detroit. Dia sering melihat Robertson menyusuri jalan secara konsisten. Lantas Poloke menawari Robertson tumpangan. Lambat-laun Poloke mengenal semakin dalam Robertson sehingga salut terhadapnya. Poloke akhirnya mengabarkan ke media massa kisah Robertson. Berita tersebut menyentuh hati Evans, seorang mahasiswa, dengan membuka pundi amal di suatu situs. Gerakan amal Evans berhasil mengumpulkan donasi lebih dari 300 ribu Dollar. Banyak orang Amerika tersentuh dengan kisah James Robertson. Donasi yang terkumpul memungkinkan Robertson membeli mobil Ford Taurus warna merah seharga 37 ribu Dollar lengkap dengan asuransi. Selebihnya didedikaskan untuk membantu tunjangan kesehatan James Robertson. Sikap dan perilaku luar biasa dari seorang James Robertson yang gigih dalam bekerja mencari nafkah.

%d blogger menyukai ini: