Rudal Pertahanan Udara Indonesia

26 Jan

Di awal Januari tahun ini  mengemuka hasrat dari pimpinan pertahanan udara TNI-AU untuk membeli rudal pertahanan udara jarak menengah LY-80 buatan RRC. Sistem rudal pertahanan jarak menengah menjadi salah satu shopping list TNI-AU dalam skema MEF (Minimum Essensial Forces). Militer Indonesia tidak lagi memiliki rudal pertahanan udara yang andal selain era Bung Karno yang pernah membeli S-75 Dvina (SA-2 Guideline) buatan Uni Soviet pada dekade 1960-an. Rudal S-75 bisa menghajar sasaran udara sejauh 45 km setinggi 20 km dengan kecepatan 3,5 Mach. Pesawat mata-mata U-2 Lady Dragon AS yang melintas di atas Jawa Barat pernah dikuncinya namun tidak sampai ditembak. Rudal SA-2 kemudian tidak aktif seiring putusnya hubungan dengan blok komunis (Uni Soviet dan RRC). Di era Orde Baru, misil pertahanan udara sepenuhnya berupa SHORAD (Short Range Air Defense) dan MANPADS (Man Portable Air Defense System) berupa rudal maupun kanon anti-pesawat jarak pendek. Demikian juga kapal perang Indonesia (frigat dan korvet) hanya memiliki rudal pertahanan udara jarak pendek seperti Sea Cat, Mistral Simbad, dan Strella II.

Rudal Pertahanan Udara HQ-16

Perkembangan yang kontras terjadi negara-negara tetangga yang semakin lengkap konfigurasi pertahanan udara berbasis darat maupun kapal perang dengan kombinasi rudal jarak menengah/jauh. Singapura pada awal dekade 1980-an mengakuisi MIM-23B Hawk, sistem pertahanan udara jarak menengah buatan Raytheon Corp AS. Rudal MIM-23B Hawk mampu menyasar target sejauh 40 km hingga ketinggian 14 km. Demikian juga frigat angkatan laut Singapura dipersenjatai rudal pertahanan udara jarak menengah Aster 30 dan Aster 60. Australia mempersenjatai frigat kelas Adelaide dengan RIM-66B Standart-1M (platform Tartar). Rudal tersebut bisa menyasar target sejauh lebih dari 74 km hingga ketinggian lebih dari 24 km. Bahkan sekarang sistem rudal pertahanan udara pada frigat kelas Anzac maupun Adelaide sekarang telah diganti ke RIM-162 ESSM yang kemampuannya lebih baik lagi dengan kecepatan luncur 4 Mach. Sama dengan rencana Thailand yang akan mengupgrade misil pertahanan udara di frigat kelas Naresuan dari RIM-7M Sea Sparrow ke RIM-162 ESSM. Myanmar, Kamboja, dan Vietnam memiliki sistem pertahanan udara jarak menengah S-125 Pechora 2M (SA-3B Goa). Rudal Pechora 2M sanggup menghajar sasaran udara sejauh 35 km di ketinggian hingga 18 km. Disamping memiliki juga S-75 Dvina (SA-2 Guideline), Vietnam pada 2006 melengkapi sistem pertahanan udaranya dengan rudal jarak jauh S-300PMU-1 (SA-20 Gragoyle) dari Rusia. Rudal Gragoyle bisa menjejak sasaran dari jarak 300 km dan memukulnya pada jarak 150 km (jenis misil 48N6) di ketinggian hingga 27 km.

Anggaran pertahanan Indonesia tahun ini yang mencapai 8 milyar Dollar membuka peluang angkatan udara untuk menutup kekurangan rudal pertahanan udara jarak menengah. Harus diakui produsen rudal pertahanan jarak menengah dan jauh sangat sedikit bisa dihitung dengan jari. Rudal permukaan ke udara LY-80 merupakan versi ekspor dari HQ-16 buatan RRC. Proyek Hong Qi -16 dikembangkan RRC bekerjasama dengan Rusia dari platform Buk-M1 (SA-11 Gadfly) dan Buk-2M (SA-17 Grizzly). Hong Qi artinya bendera merah. Sistem HQ-16 dibuat di atas platform mobile darat dan platform kapal perang. Platform mobile darat terdiri dari unit radar dan unit peluncur. Truk peluncur membawa kanister peluncur yang berisi 6 misil. Diyakini pengembangan HQ-16 dimulai tahun 1998. Pemasangan di platform kapal perang (HHQ-16/Hai Hong Qi -16) dengan sistem peluncur vertikal (VLS/Vertical Launch System). Dipasang pada frigat RRC kelas Jiangkai II (Type 054A) dengan VLS yang berisi 32 Misil. Sedang pada kapal destroyer kelas Luyang 1 (Type 052B) dengan VLS yang berisi 48 misil. Radar penjejak target sanggup mengendus sasaran sejauh 150 km dan rudal bisa menyerang sasaran sejauh 50 km dengan ketinggian hingga 10 km. Di samping sasaran pesawat tempur dan helikopter, HQ-16 diklaim mampu menembak jatuh drone (pesawat nirwak) dan rudal Tomahawk yang biasanya menjelajah pada ketinggian kurang dari 50 meter dari permukaan tanah guna menghindari endusan radar dan pencegatan. Maupun mencegat rudal anti-kapal yang terbang rendah (sea-skimming) kurang dari 10 m dari permukaan laut. Pada tahun 2011 pejabat militer RRC mengemukakan ke media bahwa sistem pertahanan udara HQ-16 telah resmi berdinas di angkatan bersenjata RRC dan ditawarkan untuk ekspor.

About these ads

11 Tanggapan to “Rudal Pertahanan Udara Indonesia”

  1. garuda ku 13 Februari 2012 pada 9:27 PM #

    Indonesia bikin rudal yang barhulu ledak nuklir lah….

  2. pengamat alutsista 18 Februari 2012 pada 6:38 PM #

    Indonesia mestinya mencoba membuat Alutsista kapal perang atau uav bertenaga hybrid (bisa menggunakan bahan bakar minyak juga bisa menggunakan energi matahari ) sehingga dapat menghemat biaya operasional alutsista sehingga biaya operasional yang dapat dihemat bisa memperbanyak jenis belanja alutsista yang lain melalui produksi perusahaan dalam negeri hasil kolaborasi PT.Pindad, LAPAN,PT PAL….dengan begitu kita dapat mandiri dalam militer ke depannya dan tidak ketergantungan suku cadang alutsista kepada negara lain…..Hidup Indonesia Tanah Air ku….

  3. BUDI 27 Maret 2012 pada 9:30 AM #

    susah,, klo elit politiknya SIBUK KORUPSI, mereka ga mikir sampe sana,,,yang penting KOMISI, DPR bajingan

  4. antondiazz 16 April 2012 pada 6:55 AM #

    Waw keren,kpn dong indonesia bisa mmbuat rudal jarak jauh sprti itu..msrkat indonesia mnunggu2 loh..

  5. eko budi wibowo 2 Juni 2012 pada 12:58 AM #

    DEWAN PIMP.RANTING “PARTAI AMANAT NASIONAL” PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL BANTEN MENDUKUNG SECARA MORAL TNI.AU-TNI.AL DAPAT MENAMBAH KEKUATAN ARHANUDSE-NYA DENGAN JENIS RUDAL: 1.RUDAL BRAHMOS,2.RUDAL S.300-PMU1,3.RUDAL SHAHAB1,2 DAN RUDAL SHAHAB 3 IRAN.KAMI MENDUKUNG TNI-POLRI DI SAAT HUT.TNI.TAHUN 2012 DAPAT MEMBUKA PROG.NASIONAL TNI-POLRI MEMBANGUN DESA,KEP.TERLUAR DAN TERTINGGAL DI SELURUH NKRI.SEMOGA BMANFAAT SAUDARAKU SMUANYA.

  6. eko budi wibowo 2 Juni 2012 pada 1:08 AM #

    DEWAN PIMP.RANTING “PARTAI AMANAT NASIONAL” KELURAHAN PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL BANTEN,MENGUCAPKAN “SELAMAT HUT.POLRI TAHUN 2012 INI”,SEMOGA KERJA KERAS-KERJA CERDAS-KERJA IKHLAS SAUDARAKU SEMUANYA DAPAT DIPELIHARA,CUMA INGATLAH 4IJI SWT TUHAN YME,PEMBANGUNAN ASPEK MENTAL SPIRITUAL TETAPLAH SAUDARAKU PELIHARA AGAR TERTANAM SEMANGAT JUANG PRAJURIT YANG HREE DARMA SANTY,MALU BILA BERBUAT CELA DIMATA 4IJI SWT TUHAN YME,RAKYAT INDONESIA.NAMA KORPS POLRI TETAP JADI TARUHANNYA.TRIMS SAUDARAKU ATAS KERJANYA

  7. Royal regmnt 4 Agustus 2012 pada 3:37 PM #

    Jgn klah sma ngra tetangga!!.
    Evryone in INA alwys support u !!

  8. fahmi 2 September 2012 pada 3:50 PM #

    indo maju terus

  9. EKO BUDI WIBOWO 23 September 2012 pada 11:51 AM #

    DEWAN PIMPINAN RANTING PARTAI AMANAT NASIONAL PONDOK KARYA PONDOK AREN TANGSEL BANTEN MENDUKUNG APABILA KCR DIPERSENJATAI RUDAL-RUDAL SEPERTI LY-80,RUDAL HQ 16,RUDAL BRAHMOS YANG KINI DILIRIK TNI.AL.SEDANG PERSENJATAAN SEPERTI RHEIN METAL MK 2,BOFORS 57 MM,SANGAT SESUAI BILA DIPASANGKAN DI KAPAL PATROLI POLAIR,DITJEN BC,DINAS DKP,KP3 PELABUHAN.KARNA TNI.AL DITUNTUT BISA MELUMPUHKAN JUGA BISA MENGHANCURKAN.

  10. Hadi s 18 Februari 2013 pada 8:18 PM #

    Masak neg sebesar ini gak punya industri rudal sendiri ayo dong bangkit kumpulkan para ahli kita baik di dlm maupun yg bekerja di pabrik senjata dan peswat udara di luar neg kita pasti bisa soal biaya investasi ambil tuh asset neg yg dikorup para penghianat bangsa atau iuran 10 rb setiap bangsa ini dr 270 jt bayangkan brp uang yg terkumpul

  11. eko budi wibowo 31 Juli 2013 pada 11:17 PM #

    alhamdulillah kalau benar-benar keluarga TNI.AU ingin membeli sistm pertahanan rudal HQ.16 karena pertahanan udara NKRI kita masih lemah maka diperlukan kekuatan penyeimbang selain kita menambah lagi skadron udara su-35 bm,maka selaku kader keluarga PARTAI AMANAT NASIONAL sangat mendukung TNI.AU tersebut.kekuatan laut udara harus jadi prioritas utama ditahun 2014 selain itu perhatian terhadap keluarga prajurit harus tetap hal yang utama.alhamdulillah maju terus TNI.AU kami bangga terhadap pengabdianmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: