Menilik Helikopter Serang Modern

24 Des

Kehendak pemimpin militer untuk memperkuat alutsista AD yang ditopang penambahan anggaran sektor pertahanan terlihat tidak semulus rencana. Alutsista berupa tank berat (MBT) dan heli serang mendapat resistansi dari parlemen, baik Belanda berkenaan dengan pembelian tank bekas Leopard 2A6 maupun heli Apache. Parlemen Belanda beralasan resiko penyalahgunaan yang melanggar HAM sedangkan pihak AS bermaksud menjaga superioritas sekutu dekatnya baik Singapura maupun Australia. Di sisi lain upaya Indonesia untuk memperkecil gap kesetimbangan militer dalam aspek heli serang gagal alias jomplang.

AH-64 D Longbow Apache

Heli serang AH-64 A/D Apache diakui secara luas sebagai heli serang terbaik di dunia saat ini dan terbukti kandalannya di berbagai medan perang. Didesain untuk menghadapi doktrin tank/kendaraan lapis baja Uni Soviet dan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin. Sangat maju teknologinya dibanding dengan berbagai heli serang lainnya. Diproduksi dengan masif sebanyak lebih dari seribu unit helikopter namun hanya dioperasikan oleh sekutu dekat AS saja yakni Israel, Singapura, Inggris, Jepang, dan Belanda, serta sejumlah negara Arab seperti Mesir dan Arab Saudi. AH-64 Apache menjadi tulang punggung armada heli serang angkatan darat AS mengantikan generasi heli serang AH-1 Cobra.

Heli Serang Afrika Selatan CSH-2 Rooivalk

Indonesia meskipun tidak berhasil mendapatkan Apache masih memiliki lima unit heli serbu Mi-35P Hind produksi Rusia. Heli serbu kavaleri udara Hind tidak bisa disandingkan dengan Apache karena memang konsep desain berbeda. Dalam Perang Vietnam, AS mengerahkan pasukan kavaleri udara sebagai bagian strategi kontra-gerilya. Kendaraan utama kaveleri udara AS adalah helikopter UH-1 Huey baik versi angkut personel maupun versi serbu yang dilengkapi dengan senapan mesin dan peluncur roket. Pada masa akhir Perang Vietnam peranan heli serbu sebagai pengawal kavaleri udara diberikan kepada debutan AH-1 Cobra. Desain Cobra berbagi komponen (commonality) sekitar 80% dari UH-1 Huey sehingga sangat menghemat biaya produksi maupun perawatan dan mudah memperbesar skala produksi. Seperti halnya Heli Hind yang memiliki banyak kesamaan komponen dengan heli angkut medium Mi-8 Hip. Heli serbu Mi-24 Hind dikerahkan Uni Soviet selama pendudukan Afganistan dekade 1980-an. Dipakai sebagai kendaraan kavaleri udara bersanding dengan Mi-8 dalam strategi kontra-gerilya Mujahidin. Heli AH-1 Cobra dan Mi-24 memiliki kekuatan yang berimbang sebagaimana terjadi dalam perang Irak-Iran di mana keduanya bertemu dalam duel udara. Mi-24/Mi-25/Mi-35 digunakan oleh lebih dari 50 negara dengan jumlah produksi lebih dari dua ribu unit helikopter.

Heli Serbu Mi-35 P Angkatan Darat Indonesia

Di kawasan Asia Tenggara, cuma sedikit negara yang memiliki helikopter serang. Thailand memiliki 4 unit helikopter AH-1 Cobra bekas dari AS yang diretrofit. Singapura memiliki heli AH-64 D Apache semenjak tahun 2002 dalam program Peace Vanguard sebanyak 20 unit. Separuh dari heli serang itu bermarkas di Amerika Serikat. Terbaru, pada bulan November 2011 Australia telah merampungkan akuisi 22 unit heli serang Tiger buatan konsorsium Eropa Eurocopter dalam paket pembelian 2 milyar Dollar AS. Sebelum krisis ekonomi 1997, Malaysia mencoba mengimbangi kekuatan helikopter serang Singapura dengan rencana akuisi heli serang CSH-2 Rooivalk buatan Denel Afrika Selatan. Rencana tersebut gagal hingga kini, ada rumor militer Malaysia saat ini tertarik dengan heli serang Tiger. Sebuah pilihan masuk akal dibanding rencana akuisi Rooivalk. Heli buatan Denel tersebut didesain dan diproduksi oleh Afrika Selatan sendiri dengan berbasis heli angkut medium Puma Perancis. Skala produksi heli Rooivalk sangat rendah cuma 12 unit saja yang dipakai oleh AU Afrika Selatan. Skala produksi yang rendah menjadikannya tidak ekonomis untuk dibeli belum termasuk dukungan purna jual dan perawatan. Bahkan heli Rooivalk Afrika Selatan sendiri hingga kini dililit masalah kesiapan unit yang kurang feasible. Untuk dilempar ke pasar internasional dia harus menghadapai induk semangnya sendiri Eurocopter yang memasarkan heli serang Tiger. Sistem penggerak Rooivalk sangat bergantung pada pabrik Eurocopter. Hingga kemudian Denel mendekati Eurocopter supaya memberi dukungan ekspor Rooivalk untuk kelas heli serang berat supaya tidak bersaing head-to-head dengan Tiger yang berkelas heli serang ringan atau intai bersenjata. Terakhir Denel kalah tender di Turki oleh heli serang Italia A-129 Mangusta.

Eurocopter EC-665 Tiger Australia

Faktor skala produksi dan logistik amunisi maupun suku cadang sangat berpengaruh dalam pemilihan alutsista termasuk heli serang. Meski helikopter Apache menjadi tulang punggung angkatan darat AS tetapi korps marinir AS tetap menggunakan AH-1 Cobra sebagai armada utama heli serang. Marinir AS mengoperasikan banyak heli Cobra sehingga bila menggantinya dengan platform baru akan menguras banyak anggaran seperti pelatihan awak, logistik senjata pendukung, dan perawatan unit. Untuk memenuhi kebutuhan heli serang modern bagi korps marinir, AH-1 Cobra diupgrade menjadi AH-1Z Viper yang memiliki kekuatan berimbang dengan Apche termasuk sensor opto-elektronik dan konfigurasi persenjataan. Jika mainframe sudah terlalu tua baru baru dibuat mainframe baru.

Mi-28N Havoc

Buruknya layanan purna jual menjadikan salah satu faktor terjegalnya heli serang modern Rusia Mi-28N Havoc oleh AH-64D Apache dalam tender pemilihan heli serang India baru-baru ini untuk pasokan sebanyak 22 unit. Menjadikan heli Mi-28N cuma dipakai oleh angkatan bersenjata Rusia sedangkan Venezuela sedang menunggu 10 unit yang dipesannya tahun lalu. Sebelumnya RRC mengajukan pembelian lisensi produksi Mi-28N namun ditolak Rusia karena kekhawatiran bahwa RRC tidak menghormati hak cipta teknologi yang dipasok Rusia. Oleh karena tidak ada satu pun negara yang bersedia memasok heli serang kepada RRC, akhirnya RRC mau tidak mau berusaha mendesain dan memproduksi heli serang sendiri yakni WZ-10 buatan Changhe Aircraft Industries Corporation. Skala produksi WZ-10 sangat terbatas karena heli tersebut memakai mesin turbin gas buatan luar secara tidak resmi seperti MTR390, Klimov VK-2500 mesin turbin gas heli Mi-17 Rusia, Motor-sich Ukraina TV3-117. Belum ada pabrikan RRC yang bisa memasok mesin turbin gas heli serang.

Heli Serang RRC WZ-10
About these ads

5 Tanggapan to “Menilik Helikopter Serang Modern”

  1. Amin 30 Desember 2011 at 7:33 PM #

    Kapan indonesia bisa beli /buat heli yg lbih canggih lg ,boro2 tkang korupsi msh banyak

    • Rukin Santoso 2 September 2014 at 4:02 PM #

      tenang bro…qta sedang mendisain mesin terbang SAPKOR II yg canggih spt yg dipake mak lampir…disamping manuverx lincah jg ga pake bbm subsidi…SAPKOR alias SAPu KORek…

  2. wawangubug 3 Februari 2012 at 7:57 PM #

    Bagaimana dengan black hawk series yang digunakan untuk membunuh Osama bin Laden?

  3. tanya saja 5 Februari 2013 at 6:53 PM #

    Blackhawk kurang mantap bro, lebih ke heli angkut

  4. abdus 1 Mei 2013 at 4:16 PM #

    silahkan TNI beli heli apache,tp klo terlalu mahal sebaiknya beli yang lain seperti super cobra,MI 35 atau ada di rusia heli serang yang bbagus dan modern,di afrika,dijerman,di italy dan banyak yang lain.kecuali memang sudah menjadi keharusan dan tekanan dari paman sam,ya…gak taulah,capek deh……………………..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: