Panzer BMP-3F, Ranpur Terkuat Marinir AL

12 Agu

BMP-3F

Marinir AL Indonesia telah mengoperasikan 17 unit panser amfibi BMP-3F dari Rusia sejak 11 Desember 2010. Panser tempur infantri ini bahkan ikut dikerahkan pada operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus di Somalia pada April 2011. BMP-3F merupakan ranpur terkuat yang dimiliki AB Indonesia melebihi yang dimiliki AL sebelumnya seperti PT-76 dan BVP-2 bahkan lebih mematikan dari tank yang dimiliki AD. Anggaran pembelian ranpur BMP-3F pada 2009 sebesar 455 miliar rupiah, pada awalnya senilai dengan 20 unit. Tetapi karena penyusutan nilai akhirnya dengan anggaran sebesar itu mendapatkan 17 unit BMP-3F.

BMP-3F Marinir AL Indonesia

Menhan merencanakan kebutuhan ranpur untuk AL sebanyak 95 unit terdiri dari 81 unit BMP-3F, 10 unit BMP-3FK (versi komando), dan 4 unit BREM-L (versi bengkel). Dengan kehadiran ranpur tersebut Indonesia memasuki masa baru kendaraan tempur infantri amfibi. Kendaran militer amfibi AL Indonesia yang operasional adalah beberapa unit BTR-80A masih tergolong kendaraan pengangkut personel lapis baja bersenjata senapan mesin berat kaliber 14,5 KPVT dan 7,62 PKT berpenggerak 8 roda. Yang banyak warisan Orla, ratusan BTR-50 PK bersenjata senapam mesin sedang berpenggerak rantai. Tank pendukungnya berupa tank ringan PT-76 kaliber 76,2 mm, sekarang diganti laras 90 mm. AL Indonesia memiliki kendaraan tempur infantri amfibi ringan buatan Perancis AMX-10P bersenjata kanon 20 mm dan BVP-2 buatan Ceko bersenjata kanon 30 mm serta peluncur rudal anti-tank.

Desain Rusia

BMP3-F adalah varian dari panser BMP-3 yang mulai dikembangkan pada dekade 1980-an. Termasuk keluarga BMP, singkatan dari Boyevaya Mashina Pekhoty yang artinya kendaraan tempur infantri (Infantry Combat Vehicle atau ICV) dalam rangka mekanisasi pasukan infantri. Ranpur infantri jenis kendaraan perang peningkatan dari kendaraan angkut personel lapis baja (Armour Personel Carrier atau APC) dari segi kemampuan bertempur, tidak sekedar taksi perang. Berperan mengangkut dengan aman prajurit infantri sampai ke lokasi pengerahan serta memberi dukungan tembakan dalam pertempuran prajurit infantri. Memiliki Penerus dari keluarga BMP sebelumnya yakni BMP-1 dan BMP-2 yang modelnya juga menjadi platform ranpur produksi selain Rusia, seperti BVP-2 dari Ceko. BMP-1 mulai didesain P. Isakov pada awal 1960-an, diproduksi dan masuk dinas militer Uni Soviet mulai tahun 1966. BMP-1 bersenjata meriam 73 mm berdaya jangkau 1000 meter, di mana laras meriam dilengkapi dengan peluncur rudal anti-tank AT-3 Sagger serta mitraliur 7,62 mm yang dipasang secara koaksial dengan meriam dalam kubah tank. BMP-2 mulai masuk operasional militer Uni Soviet pada 1980. Persenjataannya ditingkatkan berupa meriam otomatis kaliber 30 mm yang dipasang secara koaksial juga mitraliur 7,62 mm dan peluncur rudal anti-tank AT-4 Spigot atau AT-5 Spandrel.

Desain dasar BMP-3 berupa Obyekt 688M berasal dari purwarupa tank ringan Obtekt 685 dengan meriam 2A48-1 kaliber 100 mm. Purwarupa tersebut tidak masuk fase produksi, chasis dengan mesin baru diambil menjadi desain kendaraan tempur infantri Obyekt 688 oleh A. Blagonravov. Desain dengan senjata diubah ke platform 2K23. Model terbaru, BMP-3 masuk dinas mulai tahun 1987 dan dipamerkan pada Parade Mei di Moscow pada 1990.

Profil

BMP-3 mengalami peningkatan besar tidak cuma pada kekuatan tempurnya juga pada akurasi tembakan dan daya tahan hidupnya dalam peperangan. Peningkatan besar itu menjadikan BMP-3 sebagai salah satu ranpur infantri bersenjata berat terkemuka dalam jajaran kendaran perang yang ada di dunia. Berat keseluruhan panser pada posisi tempur mencapai 18,7 ton dengan dimensi panjang badan 6,115 m, lebar 3,15 m, tinggi atap turet 3,57 m. Kurganmashzavod of Kurgan memproduksi chasisnya, turet disain oleh A. Shipunov dan diproduksi oleh Instrument Design Bureau KBP of Tula.

Bukhcha, Turet BMP-3

Kubah tank atau turet model Bukhcha, baik badan maupun turet terbuat dari aluminium paduan berlapis baja yang dilas. Persenjataan yang terpasang di turet ditopang dua stabilizer sistem elektromekanik 2E52. Kubah model Bukhcha memuat sistem persenjataan 2K23. Persenjataannya berupa meriam 2A70 kaliber 100 mm, meriam otomatis 2A72 kaliber 30 mm, 1 unit mitraliur PKT kaliber 7,62 mm, dan 6 peluncur granat asap 902V Tucha kaliber 81 mm yang semuanya terpasang secara koaksial pada turet. Dua unit mitraliur PKT kaliber 7,62 mm terdapat di sisi depan samping badan(hull). Persenjataan pada turet mempunyai variasi sudut -6 derajat hingga +60 derajat dan bisa berputar 360 derajat.

Persenjataan

Meriam kaliber 100 mm bisa menembakkan berbagai jenis proyektil peluru meriam seperti peluru 3UOF32 (ledakan tinggi/HE-Frag) dan 3UOF17 atau 3UOF19 (penembus lapis baja/armour piercing). Pemuatan amunisi tersebut ke dalam laras meriam secara otomatis dengan mekanisme pengumpanan otomatis (autoloading). Kecepatan tembak rata-rata adalah 10 tembakan per menit. Proyektil balistik kaliber 100 mm memiliki kecepatan luncur saat ditembakkan 250 m/s hingga 355 m/s. Berat katrid peluru berkisar 18,2 kg, berat proyektil 15,6 kg dengan daya jangkau proyektil balistik tersebut mencapai 7 km. Turet menampung 40 butir amunisi kaliber 100 mm.

3UOF19, amunisi meriam kal. 100mm

Laras 2A70 juga mampu meluncurkan berbagai rudal anti-tank berpandu sinar laser. Pada umumnya saat ini sistem rudal 9M117 Bastion (nama kode NATO: AT-10 Stabber) dengan variannya 9M117M Kan dan 9M117M1 Arkan yang mampu menghancurkan sasaran kendaraan lapis baja setebal hingga 850 mm dengan jarak sejauh 4-5,5 km. Pemuatan rudal ke dalam laras meriam secara manual. Sediaan rudal kaliber 100 mm yang dibawa ranpur ini sebanyak 8 unit. Amunisi AT-10 juga menjadi amunisi tank tempur utama kelas menengah T-55 dan T-62. Sistem 9M117 terdiri dari amunisi rudal dan pemandu di kontrol kendaraan. Amunisi rudal berjenis kekuatan penetrasinya terhadap lapisan baja mencakup 3UBK10-3 (tipe Bastion), 3UBK10M-3 (tipe Kan), dan 3UBK23-3 (Arkan). Pemandu rudal secara elektronik di kendaraan terdiri atas teleskop siang/malam 1K13 yang terintegrasi dengan pemancar laser 1K13BZ dan L4 sensor pencari IR. Pemandu menyetabilkan secara vertikal terhadap garis lurus laras meriam dengan mematikan sistem suspensi meriam guna mencegah pengaruh distorsi.

3UBK23-3, Amunisi Misil Arkan

Setelah tanda siap menyala, juru tembak bisa meluncurkan rudal. Baterai internal misil menyala dan giroskop hidup. Satu setengah detik kemudian baru mesiu pelontar meledak melesatkan misil ke depan meninggalkan laras meriam serta selongsong pembungkus misil terlempar berpisah dengan misil. Empat sirip penyetabil di bagian belakang mengembang, demikian juga empat sirip kendali di sisi depan. Setelah 6 detik meluncur, roket pendorong menyala meneruskan luncuran misil. Misil meluncur sesuai arah pancaran sinar laser inframerah pemandu. Reciever pada badan misil mengkomunikasikan data posisi dan arah terbang dengan sistem pemandu dan menyesuaikan sirip pengendali sesuai input dari sistem pemandu. Juru tembak harus terus mengarahkan emisi sinar laser hingga misil menghantam sasaran. Misil akan meledakkan diri jika meleset dari target sejak 26-41 detik dari waktu peluncuran. Sistem ini memang berbeda dari sistem pandu fire and forget namun lebih tahan terhadap pengecoh chaff dan flare. Kelemahannya memang harus terus bergantung pemanduan dari juru tembak selama misil meluncur ke sasaran hingga misil menghantam sasaran, rentan terhada jamming elektronik, dan misil di luar kendali jika alat pandu rusak atau panser pengendali terkena tembakan mematikan. Sistem ini bisa dipakai pada posisi kendaraan diam untuk menyerang sasaran diam ataupun bergerak bahkan pesawat terbang berkecepatan rendah seperti helikopter. Sasaran sejauh 4000 meter ditempuh dalam waktu 13,5 detik.

Meriam kaliber 30 mm 2A72 memiliki pengumpan ganda mengkombinasikan pilihan amunisi. Pilihannya berupa peluru 3UBR6 AP-T (penembus lapis baja) dan 3UOR6 HE-T / 3UOF8 HE-I (ledakan tinggi). Kecepatan luncur proyektil saat ditembakkan mencapai 960-1100 m/s dengan jarak tembak efektif berkisar 1500 m hingga 2000 m dan kecepatan tembak hingga 400 tembakan per menit. Turet menampung hingga 500 butir amunisi kaliber 30 mm. Semua tembakan meriam 100 mm dan 30 mm juga dapat dipakai melumpuhkan pesawat yang terbang rendah misalnya helikopter. Memberi perlindungan lebih terhadap ancaman heli pemburu kendaraan lapis baja seperti Apache dan Tigr dari jarak maksimal 4000 m.

Turet memiliki 2 penstabil hentakan tolak balik sehingga memiliki akurasi tembakan yang hampir sama dalam penembakan baik dalam posisi statik, bergerak, ataupun saat berenang. Dilengkapi dengan komputer penghitung balistik yang mengkalkulasi data pergerakan relatif kendaraan, kecepatan sasaran, dan kondisi udara ambien.

Persenjataan Utama

Senapan mesin PKT kaliber 7,62 mm memiliki sediaan amunisi hingga 6 ribu butir peluru. Bermekanisme umpan ganda dari dua kotak magasin sabuk. Kecepatan tembak senapan mesin 650 tembakan per menit dengan kecepatan luncur peluru dari larasnya sebesar 825 m/s. Jarak tembak proyektil PKT 7,62 mm mencapai 1500 meter. Pengendalian 2 unit mitraliur di bagian badan depan melalui sistem display fiber-optis TNP3VE01.

 Konfigurasi

Ranpur BMP-3 menampung 3 awak dan 7 penumpang, dalam kondisi mendesak masih bisa memuat hingga 9 penumpang. Awak panser terdiri atas komandan, sopir, dan juru tembak. Kubah panser BMP-3 ditempati komandan dan juru tembak. Komandan menempati sisi kanan dan juru tembak sebelah kiri, masing-masing terdapat pintu palka. Stasiun komandan memiliki peralatan komunikasi pemancar radio R-173 dan penerima radio R-173P serta intercom R-174. Komandan dilengkapi dua periskop monokuler 1PZ-10 dengan pembesaran 1,2x dan 4x. Stasiun komandan dipasangi piranti pencari jejak infrared OU-3GA2. Pada model BMP-3K (tipe komando), komandan ditambahkan alat bantu penglihatan siang malam TKN-3MK. Pada model BMP-3 pesanan UEA, pabrik Kurganmashzavod bekerja sama dengan Sagem Perancis memasang alat bantu penglihatan thermal Namut. Kamera pencitraan Namut memberikan citra thermal di malam hari dengan jarak akuisi target sejauh 2600 meter, memiliki pembesaran hingga 10x. Juru tembak dilengkapi alat bantu penglihatan 1K13-2 dengan pembesaran 8x di siang hari dan 5,5x di malam hari, sebuah komputer balistik 1V539, laser pengukur jarak 1D16-2, dan pencari jejak infrared OU-5. Ia juga dilengkapai alat bantu penglihatan sekunder PPB-2 dengan pembesaran 2,6x untuk siang hari. Untuk menyerang sasaran udara, juru tembak memakai alat bidik 1P3-10.

Posisi Dalam Kabin

Ruang akomodasi ada di belakang kubah yang terdiri dari 5 kursi, 3 kursi di deretan belakang dan 2 kursi di deretan depan. Dua penumpang lagi menepati ruang di depan kubah di samping kanan dan kiri sopir, masing-masing ada pintu palka sendiri. Penumpang di depan turet keluar masuk kendaraan lewat palka. Penumpang belakang keluar masuk lewat pintu belakang melintasi kompartemen mesin dengan membuka juga tutup palka atas berengsel. Pada tutup palka tas terdapat dua pintu palka. Stasiun sopir berada di badan kendaraan bagian depan tepat di garis tengah kendaraan, keluar masuk leawat pintu palka. Stasiun sopir dilengkapi alat bantu penglihatan siang malam TVK-1 dengan jarak pandang pada malam hari mencapai 250 meter

Kemampuan Manuver

Mesin terletak di bagian belakang kendaraan dalam badan kendaraan, mesin diesel di sisi kanan dan transmisi daya di sisi kiri. Transmisi daya mempunyai 4 persneling maju dan 1 persneling mundur. Kompartemen mesin dengan kompartemen penumpang dipisah oleh sekat kedap suara sehingga suara gemuruh mesin tidak mengganggu penumpang. Mesin diesel ada beberapa pilihan seperti versi dasar UTD-29 berdaya 450 daya kuda, UTD-29M berdaya 500 daya kuda, dan UTD-32 berdaya 660 daya kuda. Mesin diesel tersebut bersilinder 10 buah dengan langkah piston 150×150 mm. Knalpot gas buang mesin diesel dapat diinjeksikan bahan bakar untuk menciptakan tabir asap pelindung jika diperlukan. Exhaust muffler didesain untuk mengurangi jejak thermal inframerah. Mesin menggerakkan rantai kendaraan yang ditopang 6 roda di tiap sisi, pada setiap roda terpasang suspensi hidropneumatik independen yang memberikan kenyaman berkendara pada lokasi off-road. Daya jelajah ranpur ini bisa mencapai 600-800 km, kecepatan maksimum di jalan raya 70 km/jam.

Berenang ke Pantai

 BMP-3 dirancang berkemampuan amfibi penuh, melaju di permukaan air memakai sistem hidrojet, bukan sistem penggerak rantai roda seperti pada BMP-1 dan BMP-2 maupun Bradley. Kecepatan berenang maksimal 10 km/jam, daya tahan berenang selama 7 jam. BMP-3F, varian BMP-3 yang dirancang untuk pendaratan amfibi marinir AL terdapat tambahan snorkel di atas badan belakang dan bilah pemecah ombak di depan badan kendaraan. Mampu berenang pada level sea state 3, akurasi tembakan sambil berenang masih akurat pada sea state level 2. Sea state adalah indikator kondisi gelombang laut menurut badan meteorologi dunia, level 2 berarti tinggi gelombang berkisar hingga setengah meter, level 3 berarti tinggi gelombang berkisar hingga 1,25 meter.

 Perlindungan Personil

Kabin dirancang ventilator perlindungan nubika (NBC) secara terpusat pada penyaring FVU dan agen pendeteksi radiasi dan kimia GO-27. Dalam kabin dipasang sensor api dan pemadam kebakaran otomatis. Lapisan baja depan mencapai 35 mm mampu menahan pecahan proyektil kaliber besar maupun hantaman proyektil 30 mm dari jarak 200 meter.

 Namun pengalaman perang yang melibatkan BMP-3 seperti konflik Chechnya menunjukkan kelemahan lapisan baja dalam melindungi awak dan penumpang terhadap serangan senjata penjebol baja (Hollow Charge Weapon/HCW). Sehingga dirasa perlu peningkatan level proteksi dari lapisan bajanya. Pada musim semi 1995, Stali (Steel Research Institute Rusia) melapis BMP-3 dengan Apron-type Reactive Armour Protection (ARAP), sejenis ERA (Explosive Reactive Armour). Kantung yang berisi elemen peledak dipasang sekeliling badan kendaraan. Hasilnya efektif terhadap serangan HCW seperti roket pelontar granat.

Perlindungan kotak ERA

 Pelapisan ERA di sekujur badan dan turet menghabiskan 84 kotak menambah berat BMP-3 menjadi 22,4 ton tapi memberi perlindungan ganda terhadap ancaman HCW termasuk kekebalan segala jenis senapan mesin berat anti-material kaliber 12,7 mm dari jarak 100 meter. Unit BMP-3 yang dipesan UEA telah dilengkapi dengan ERA. Penggunaan era pada unit kendaraan pengangkut pasukan infantri sebenarnya berkonsekuensi memberi blasting efect bagi prajurit infantri yang ada di sekitar kendaraan jika ada kotak ERA yang meledak saat menetralisir hantaman proyektil/misil lawan. Makanya biasanya kendaraan lapis baja yang dilengkapi pelindung ERA adalah tank yang doktrinnya terpisah bisa dengan prajurit infantri. Berbeda dengan ranpur infantri yang doktrinnya melekat dengan pergerakan prajurit infantri.

 Taktik Pembelaan

Penambahan berat dikompensasi dengan peningkatan kinerja mesin UTD-32 yang mencapai 660 daya kuda. Peningkatan perlindungan pasif BMP-3 tetap tidak mencegah kehancuran unit dari tembakan langsung proyektil besar tank kelas menengah dan berat atau Main Battle Tank (MBT). Berbeda dengan M2 Bradley yang berbobot 33 ton, rival BMP-3, memiliki pelindung lapisan baja dan paduan aluminium yang lebih kuat. Terbukti dalam Operasi Badai Gurun, M2/M3 Bradley dikerahkan sebanyak 2200 unit tetapi cuma 3 unit yang hancur karena tembakan lawan akibat dihantam proyektil besar kaliber 125 mm. Dari unit yang hancur, kebanyakan personel masih bisa selamat. Untuk menyikapi kelemahan perlindungan lapisan bajanya maka dalam pengerahan unit BMP-3 di medan pertempuran harus diimbangi dengan taktik dan strategi yang jitu. Terutama pasokan data intelijen, pengintaian, dan pengamatan sehingga bisa bermanuver pre-emptive strike (menyerang dulu sebelum diserang) terhadap unit lawan yang berbahaya seperti tank kelas berat dan pasukan musuh yang menggelar STTB (senjata tanpa tolak balik) atau recoilless weapon seperti ATGW (anti-tank guided weapon).

Berenang Sambil Menembak

Hal tersebut berkaitan dengan doktrin bertempur yang dianut. Perlindungan terhadap ancaman STTB bisa diberikan oleh unit infantri yang didukung. Pergerakan maju ranpur infantri biasanya mengikuti gerak maju MBT sehingga keberhasilan maju MBT berarti menghapus ancaman MBT musuh. Meskipun demikian BMP-3 masih bisa selamat melawan MBT jika menerapkan taktik pre-emptive strike. Diperhitungkan untuk MBT yang dilindungi ERA, perlu satu hingga dua tembakan proyektil AP atau misil anti-tank guna melumpuhkan MBT kelas dua seperti M1A1 Abrams dan Merkava-3. Dua hingga tiga tembakan untuk melumpuhkan MBT kelas satu seperti M1A2 Abrams, Leclerc, dan Challenger-2. Proyektil meriam jenis misil anti-tank pun memiliki variasi daya hancur.

 Saat ini yang paling besar daya hancurnya berupa hulu ledak yang dilapis penembus lapisan baja berupa tungsten dan DU (depleted uranium). Bahkan saat ini belum ada material baja yang tahan terhadap amunisi berlapis DU meski memiliki efek samping lokal berupa debu radioaktif yang membahayakan kesehatan mahkluk hidup dalam jangka panjang.

 Penggelaran

Untuk pengerahan cepat. unit BMP-3 mudah diangkut dengan pesawat angkut taktis C-130 Hercules atau Antonov An-12. Pesawat kargo jumbo An-124 Ruslan mampu memuat 4 unit. Bahkan helikopter angkut berat Mi-26 bisa mendrop BMP-3 menggunakan platform parasut khusus. Fleksibilitas, ketangguhan di segala medan, kekuatan pukulnya BMP-3 menjadikan dia pilihan utama sebagai kendaraan tempur infantri andalan dalam angkatan bersenjata di berbagai negara termasuk Indonesia. Tercatat ada 10 negara yang menggunakan BMP-3 yaitu Rusia, UEA, Venezuela, Kuwait, Korsel, Sri Lanka, Cyprus, Indonesia, Ukraina, Azerbaijan, dan Yunani.

Keluar dari Kargo An-124

 Referensi:

1.www.poskota.co.id

2.www.tempointeraktif.com

3.www.kurganmash.ru

4.www.wikipedia.org

5.www.globalsecurity.org

6.www.warfare.ru

7.www.army-technology.com

8.www.netwaork54.com

9.www.ttvnol.com

10.www.deagel.com

11.www.znamia.ru

12.www.army-guide.com

13.www.enemyforces.net

14.www.asianmilitaryreview.com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: