Pesawat TNI-AU Digencet Pesawat Radar Negara Tetangga

5 Jun
Pesawat SAAB 340 Erieye

AU Malaysia (TUDM) tahun ini telah menganggarkan pembelian pesawat pendeteksi dini atau AEW& C (Airborne Early Warning, Control) sebesar RM 11 milyar untuk memperkuat operasi pesawat tempurnya. Diberitakan oleh media Malaysia, Kosmo pada pertengahan tahun, pilihan sistemnya sudah dipastikan dari sistem radar Erieye Swedia dengan platform antara pesawat Embraer EMB 145 buatan Brazil atau SAAB 2000 dari Swedia. Satu kontestan kuat lainnya, Northrop Grumman E-2 Hawkeye dari Amerika Serikat. Pabrikan SAAB pada pameran dirgantara LIMA akhir 2011 di Langkawi Malaysia bersepakat dengan perusahaan lokal DRB-HICOM guna memperkuat penawaran tender. Rencana ini akan sangat mendongkrak kemampuan pesawat tempurnya dalam operasi dan manajemen tempur menjadikan Malaysia negara ketiga di Asia tenggara yang mampu mengoperasikan pesawat kendali dan peringatan dini. Pesawat peringatan dini sangat bermanfaat dalam menjejak target udara dan permukaan dan memberikan data ke pesawat tempur yang dituntunnya. Dalam posisi ofensif pesawat tempur bisa memperjauh penjejakan radarnya atau mengendap menghindari endusan radar lawan dengan tuntunan dari pesawat peringatan dini. Memperbaiki dan meningkatkan koordinasi satuan armada udara dan laut serta pertukaran jaringan data antar unsur komando.

Pesawat Gulfstream G550 Phalcon AU Singapura

Malaysia berusaha mengimbangi perkembangan kekuatan armada angkatan udara Thailand dan Singapura. AU Thailand atau RTAF (Royal Thai Air Force) sendiri sudah mendapat satu unit pesawat AEW&C Saab 340 Erieye pada Desember 2010 berbarengan dengan kedatangan batch pertama 6 unit JAS-39 Gripen. Pesawat Saab 340 Erieye berikutnya akan datang bersama pesawat Gripen batch kedua. Pesawat Saab 340 Erieye merupakan pesawat turboprop dilengkapi radar AESA memiliki kemampuan menjangkau sasaran udara dan permukaan sejauh 350 km dengan daya terbang selama 7 jam. Integrasi sistem dengan kapal perang tengah dikerjakan pada 2 unit frigat kelas Naresuan dengan perlengkapan data link dan radar surveillance serta komunikasi taktis sehingga bisa berkoordinasi dengan pesawat Gripen dan Erieye. Sedangkan Singapura adalah negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat AEW&C bahkan memiliki armada terbesar dan terkuat dengan 4 unit E-2C Hawk Eye buatan Northrop Grumman AS serta armada terbaru 4 unit Gulfstream G550 bersistem EL/M-2075 Phalcon buatan Israel. Hawkeye sudah dioperasikan Singapura selama dua dekade, berkemampuan penjejakan sejauh 370 km, daya terbang selama 6 jam. Sistem Phalcon mulai dioperasikan Singapura 2008 berplatform bizjet dengan daya jelajah 9 jam dan kemampuan penjejakan sejauh 400 km.

Cakupan Jangkauan Jindalee Operational Radar Network
Cakupan Jangkauan Jindalee Operational Radar Network

Di sebelah selatan Indonesia, Australia tidak perlu ditanya lagi. Jaringan radar darat Jindalee di bagian utara benua memiliki daya jejak udara dan permukaan laut sejauh 3000 km hingga melingkupi separuh wilayah Indonesia dari Jawa hingga Papua. Australia mengoperasikan pesawat AEW&C mulai Mei 2010 berupa 2 unit Boeing 737 Wedgetail dengan sistem MESA Northrop Grumman AS berdaya jejak 400 km dan ketahanan terbang pesawat selama 9 jam. Masih ada 4 unit Wedgetail lagi yang akan datang. Padahal semasa Bung Karno dulu, pesawat pembom strategis Tu-16 TNI-AU mampu menyusup hingga jantung Australia di Spring Valley tanpa terdeteksi, menjatuhkan ransum perbekalan guna menciptakan kesan bahwa sudah ada infiltrasi prajurit TNI ke dalam Australia dalam operasi psywar.

Pesawat Boeing 737 Wedgetail RAAF

Negara-negara besar sekitar Indonesia telah bergerak sedemikian maju. Singapura, Thailand, Malaysia, dan Australia memiliki visi pesawat kendali dan peringatan dini, Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Sangat sulit bagi armada kapal perang dan pesawat tempur Indonesia untuk survive jika kelak ada bentrok dengan unit-unit musuh yang didukung pesawat AEW&C. Padahal Indonesia adalah negara kepulauan yang berarti garis depannya adalah unit kapal perang dan pesawat tempurdengan piranti IRS (Intelligence, Reconnaissance, and Surveillance) bagian dari C2 (Command and Control). Konstelasi kekuatan angkatan regional semacam tersebut harus ditindaklanjuti dengan perencanaan yang seimbang dengan kemajuan negara-negara tetangga jika tidak ingin armda udara dan laut RI menjadi sitting ducks.

About these ads

10 Tanggapan to “Pesawat TNI-AU Digencet Pesawat Radar Negara Tetangga”

  1. aji 18 Oktober 2011 at 10:23 PM #

    tolong para ptinggi d negri jni silahkan anda lihat kondisi alutsista kita,,,,,,saat ini kita blm bisa menyaingi AU tetangga2 sblah

  2. rindu alam 10 November 2011 at 1:29 PM #

    Dikemanakan hasil pungutan pajak di Indonesia,bagaimana manajemen keuangannya?apakah negri ini salah asuh?bagaimana kerja DPR?stoplah berkorupsi.seharusnya kita malu negri kita tertinggal dengan malaysia,singapore,thailand.

  3. Steven gerrad 28 Januari 2012 at 9:42 PM #

    Semoga dari tahun ke tahun indonesia bisa meningkatkan kualitas militer nya,bukan hanya AL tp juga 3 elemen TNI,jangan sampai negara ini hanya jadi penonton dr kemajuan teknologi militer negara tetangga

  4. Udut 2 Februari 2012 at 6:44 PM #

    Saya pikir dengan adanya rencana pengelaran rudal buatan lapan di sepanjang perbatasan akan merubah situasi seperti diatas. Jika rudal yang kemarin di test dengan kecepatan 4 mach ( 4 kali kecepatan suara) dan sepertinya paradigma militer Indonesia berubah dari self defence menjadi pre emptive strike, boleh saja mereka punya tehnologi warning rudal lebih baik untuk saat ini, pertanyaanya apakah mereka bisa mngentipasi banyaknya rudal yang digelar beserta kemampuannya ? apalagi rudal sekelas Yakhont dan C702 yang mampu terbang rendah dan susah terbaca radar. Jangan lupa peristiwa tertembaknya USS Stark Amerika oleh excocetnya Irak, Amerika sudah tahu pesawat Irak dan kasih warning, tapi teknologi rudal dan antisipasi radar untuk menyadari sudah terlambat.

  5. antondiazz 16 April 2012 at 7:17 AM #

    Solusiny indonesia hrus bsa mmbuat pesawat tmpur sjnis f22 raptor,yg pnya system anti radar n punya jngkauan radar jauh..klo kta pnya pswat ini mau mnysup smpai k kuala lumpur or sydney gak bakal trdeteksi radar musuh..

  6. Zammo Yomma 24 Mei 2012 at 1:42 AM #

    Walah…
    Bukan perkara susah kalo mau berpikir dan bekerja keras…
    Tapi kalo semangatnya… sekali lagi semangatnya hanya mo jedi seledrybryty… ya begini dan sampae di sini aja kemajuannya para pemangku tugas ini…
    Maklum semua kan? Bukan iri bukan dengki dan bukan pula naksir : kerjaan ringan, resiko ringan, tanggung jawab ringan, taaaapi … hasil luar biasa… ampe tujuh turunan kagak abis….

  7. garuda muda 14 Oktober 2012 at 4:46 PM #

    Kalau sudah begini apa kita diam saja ,tolong para pengambil keputusan negeri ini jangan hanya beradu argumen apalagi yang mengatasnamakan rakyat ,sedangkan tujuannya jelas untuk mengkerdilkan tni ,jangan jangan orang- orang seperti ini adalah penyusup yang di bayar oleh asing yang tujuannya untuk menghambat modernisasi tni ,bila itu benar maka orang-orang tsb tidak pantas tinggal di negeri ini .Jadi kita tak perlu berdebat yang tidak perlu yang penting semua alutsista yang dibeli jelas dengan kwalitas terbaik dan tercanggih

    • Aru wana 4 Maret 2013 at 12:42 AM #

      Iya… Memang lebih pintar ketimbang gurunya dulu….
      Guru kencing berlari…. Murid kencing berdiri….naik kereta api yang sedang bergerak 75 km/jam….

    • 151 29 Maret 2013 at 10:12 PM #

      okeee

  8. garokha 17 Oktober 2013 at 3:39 PM #

    Jujur saya mrasa senang dan terharu dg dengan semua komentar dr rekan2 yg ada…. Alhamdulillah… ternyata masih banyak orang Indonesia yg mempunyai jiwa patriotik dan kebangsaan yg masih tinggi. Fenomena maraknya moderenisasi angkatan bersenjata negara tetangga seharusnya tdk membuat kita semua mjadi panik yg kemudian saling menyalahkan. Apakah kita semua menyadari bahwa fenomena di sebagian negara tetangga kita itu justru merupakan suatu bentuk kepanikan terhadap perkembangan kekuatan dan kemampuan militer Indonesia? tidak percaya? hahahahaha…coba ikuti tautan ini (http://hankam.kompasiana.com/2013/05/02/australia-makin-gundah-dengan-modernisasi-alutsista-tni-au-556689.html) dan (http://analisisalutsista.blogspot.com/2012/02/mereka-mulai-menyadari.html) . Belum lagi kita berbicara tentang perkembangan Industri persenjataan kita yg berkembang dg pesat belakangan ini. Sebut saja pembuatan kapal selam, produksi rudal, pesawat tempur (kerja sama Korsel), Radar pertahanan udara, sistem Integrasi pertahanan dll yg sangat banyak kalo mau dituliskan satu persatu. Dan yg lebih membanggakan lagi beberapa hasil industri persenjataan yg telah terjual merupakan out come dr aktifitas produksi yg menggandeng pihak perguruan tinggi dalam negeri sbg counterpart nya.Malaysia saja beli 40 panser dari kita…Korsel beli cn 235 dr kita… so what?!!!.. Namun Saya terkadang heran knp semua “Keberhasilan Anak Bangsa” itu jarang tampil di tayangan media Televisi? Padahal menurut saya masyarakat Indonesia sangat membutuhkan hal2 yg mampu meningkatkan moril utk bangkit dan berkembang. Sebagai contoh…sejak kecil, belum pernah saya nonton film di mana ending nya Amerika berada di pihak yg kalah. Apa tujuannya? FYI… di bidang pertahanan di kenal dg istilah ancaman nirmiliter yg merupakan suatu bentuk operasi yg bersifat ofensif dg tdk menggunakan kekuatan militer sbg kekuatan utamanya yg dilancarkan terhadap “ketahanan” negara lawan. Nirmiliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer, karena ancaman ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi. Seandainya kebanggaan dan kepedulian terhadap Bangsa ini mulai terasa berkurang yg disertai lunturnya sikap persatuan berdimensi luas dan merata…. maka kemungkinan itu adalah salah satu dampak nyata dari efektifnya operasi ini.

    Apapun itu… Walaupun diganduli kompleksitas masalahnya….Mesin pembangunan negara kita ini terus bergerak maju tanpa bisa dibendung lagi oleh pihak atau negara manapun !!!

    ….MARI… RAPATKAN BARISAN…!!!
    …….NKRI adalah HARGA MATI ..!!!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: