Kapal Selam Baru Indonesia Dan Prospeknya Di Asia Tenggara

2 Jun

Kapal selam kelas Changbogo Korsel

Pemerintah memastikan rencana pembelian kapal selam tahun ini. Sebagaimana Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Madya Susilo, mengatakan secara implisit di media masa akhir pekan kemarin bahwa setidaknya ada dua unit kapal selam yang akan dibeli. Diberrtahukan pula kementerian sedang memproses tawaran pembelian kapal selam dari beberapa negara. Meski demikian, ia tidak menyebutkan kapal selam buatan negara mana yang akan dipilih. Meski kesepakatan pembelian dilakukan tahun ini, dua kapal selam itu baru selesai dibangun lima tahun mendatang. Akan tetapi ditandaskan pembeliannya menyesuaikan ketersediaan anggaran karena harga kapal selam yang sangat mahal. Ia mencontohkan kapal selam jenis Scorpene yang dibeli Malaysia dari Prancis harganya mencapai €550 juta atau lebih dari US$700 juta. Beberapa hari kemudian Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengambangkan lagi dengan menyampaikan masih dalam proses dengan Kementerian Pertahanan.

Merunut informasi sebelumnya selama beberapa tahun ini terakhir, tender yang sempat diulang kembali mengerucut pada 2 kontestan yaitu galangan Rusia dan Korsel. Mengacu pada hasrat pemerintah tentang prasyarat adanya unsur ToT (Transfer of Technology) di mana kapal selam dirakit di Indonesia maka bisa dipastikan galangan Korsel sebagai pemenang tender dengan produk Changbogo class. Secara historis hingga kini Rusia sangat pelit dalam hal ToT kecuali dalam proyek besar yang dia tidak mampu mendanai sendiri. RRC pun mau tidak mau melakukan reverse engineering guna melakukan ToT secara sembunyi-sembunyi terhadap produk Rusia. Contohnya kasus copy desain Su-27 tanpa izin yang berakhir perselisihan dengan Rusia.

Fase reverse engineering (rekayasa balik) bukanlah sesuatu yang asing bagi Indonesia karena langkah-langkah alih teknologi sudah dibuat master plannya oleh mantan Menristek BJ Habibie dalam konsep alih teknologi dirgantara dengan fiosofi “berawal dari akhir dan berakhir di awal” disebut dengan empat tahapan alih teknologi. Empat tahapan alih teknologi itu, pertama, memproduksi pesawat terbang berdasarkan lisensi utuh dari industri pesawat terbang lain, hasilnya adalah NC 212 lisensi dari Casa Spanyol. Kedua, memproduksi pesawat terbang secara bersama-sama, hasilnya adalah “Tetuko” CN-235 berkapasitas 30-35 penumpang yang merupakan produksi kerjasama secara equal antara IPTN dengan Casa Spanyol. Ketiga, mengintegrasikan seluruh teknologi dan sistem konstruksi pesawat terbang yang paling mutakhir yang ada di dunia menjadi sesuatu yang sama sekali didesain baru, di sinilahproses reverse engineeering berrmain, hasilnya adalah “Gatotkoco” N-250 berkapasitas 50-60 penumpang yang dikembangkan dengan teknologi fly-by-wire dari Airbus. Keempat, memproduksi pesawat terbang berdasarkan hasil riset kembali dari awal, yang diproyeksikan berupa pesawat turbojet bernama N-2130 berkapasitas 130 penumpang. Namun akhirnya Indonesia gagal pada fase keempat reverse engineering karena masalah pembiayaan sedangkan RRC melaju terus tanpa henti.

Dalam proses pengadaan kapal selam harusnya pemerintah lebih tegas dalam item ToT supaya nilai tambahnya pembelian kapal selam meski pada awalnya biaya dan resiko lebih tinggi dibanding beli jadi. Jangan sampai kalah langkah dengan Singapura. Dulu mereka melakukan tender pembuatan 6 frigat kelas formidable yang bekerja sama dengan galangan DCNS. Satu unit frigat dibuat di Lorient Perancis sedangkan sisanya dibuat oleh ST Enginnering di Singapura. Pada proyek korvet Sigma Indonesia, 4 unit semuanya dibuat di galangan Schelde tanpa satu pun yang dibangun di galangan lokal.

Kapal Selam dengan VLS

Memang diakui jika Indonesia memilih kelas Kilo tentu kapal selam yang didapat nanti akan memiliki daya deterrent besar namun Indonesia tidak mendapat nilai tambah selain produk kapal selam itu aja, tidak lebih, tetap akan bergantung pada Rusia selamanya. Meski tidak sehebat kelas Kilo, Changbogo sendiri masih mirip dengan sepasang kapal selam AL Indonesia yang sudah dioperasikan mulai dekade 80-an. Karena memang Changbogo produk Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering melisensi dari U-209/1200 Thyssen/Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) Jerman yang mulai meluncur ke laut tahun 1991. Meski bukan produk baru dan lebih kecil dari Cakra class namun masih andal dalam operasi, pada spec tertentu Changbogo class bisa pula dibuat hingga 1400 ton. Yang lebih kecil punya AL Argentina U-209/1100, ARA San Luis, sangat mengesankan dalam perang Falkland 1982 melawan AL Inggris. Sejak karamnya destroyer Argentina ARA General Belgrano oleh kapal selam nuklir Inggris HMS Conqueror dan rusaknya kapal selam tua Argentina ARA Santa Fe akibat bom laut, armada kapal perang Argentina ditarik mundur semua ke pangkalan kecuali kapal selam U-209/1100 ARA San Luis. Armada AL Inggris menilainya sebagai ancaman serius dan mengejarnya selama 60 hari tanpa hasil hingga perang Malvinas berakhir. Pengejaran armada Inggris terhadap ARA San Luis melibatkan 1 kapal induk, 11 destroyer, 5 kapal selam nuklir, satu kapal selam diesel, dan lebih dari 25 helikopter ASW. Satu-satunya kesalahan ARA San Luis adalah kurangnya pelatihan awak dalam melayani torpedo kapal selam sehingga gagal meledakkan sasaran.

Kapal selam  modern multi-peran

Tidak ketinggalan Korsel juga sedang mengembangkan teknologi VLS (Vertical Launching System) pada platform U-214/1800. Sistem tersebut memungkinkan pemasangan rudal penjelajah Cheoryong, sebuah rudal jarak jauh Korsel yang mampu menjangkau sasaran sejauh 500 km, versi upgradenya bisa 1000 km. Namun apabila Jerman membatasi transfer teknologi kunci seperti tabung peluncurnya, Korsel meghadapi kesulitan untuk mengekspor kapal selam tersebut, juga regime kontrol rudal melarang ekspor rudal berdaya jelajah lebih dari 300 km. Di samping itu Thyssen-Krupp Marine System Jerman tengah mengembangkan IDAS (Interactive Defense and Attack System), suatu rudal antipesawat jarak pendek untuk kapal selam. Teknologi ini memberikan kemampuan kapal selam yang sedang menyelam untuk menyerang pesawat terbang atau heli ASW yang mengancamnya. Jarak jangkau hingga 20 km, tengah dikembangkan pada platform U-212. Menjadikan U-boat satu-satunya kapal selam yang memiliki kemampuan pertahanan udara. Kilasan teknologi kapal selam di atas membuka peluang dan cakrawala pandang Indonesia terhadap potensi pengembangan kemampuan kapal selam berbasis U-boat ke depan. Bila suatu saat bisa diakses oleh kapal selam Indonesi tidak menutup AL Indonesia akan memiliki armada kapal selam tercanggih di kawasan Asia Tenggara, melebihi Scorpene Malaysia dan Improved Kilo Vietnam. Karena indikator kapal selam serang tercanggih kini indikatornya adalah kemampuan multi-peran multi-matra mecakup peran anti-kapal permukaan dan anti-kapal selam dengan torpedo dan rudal maupun ranjau laut, serangan sasaran daratan, peran pertahanan udara, infiltrasi, dan IRS (Inteligence, Recon, and Surveillance).

About these ads

27 Tanggapan to “Kapal Selam Baru Indonesia Dan Prospeknya Di Asia Tenggara”

  1. khoiri 2 Juni 2011 pada 10:57 AM #

    kapal selam tempur yg pling hebat punya negara mana bos

  2. cakidur 3 Juni 2011 pada 6:58 PM #

    Kapal selam yang paling canggih seperti gambar di atas punya jerman tapi yang kelas konvensional/diesel. Jerman itu mbahnya kapal selam dari Perang Dunia I. Baru AS dan Rusia.

  3. Ocka 2 Agustus 2011 pada 12:13 PM #

    209? gak ada perubahan dong? 214? baca di Indonesia defense masih banyak kelemahannya..212? kayaknya gak mungkin dijual ke Indonesia…trus apa dong? ya paling pas..beli Amur 950 dan Amur 1650 /Lada class dari Rusia untuk KS utama.. kalau untuk TOT dan latihan..ya beli Changbogo dan DSX 3000 Korsel sudah cukup mumpuni kok. Tapi ya klo kebanyakan kepentingan politiknya,sampai pantat keluar akar juga gak jadi terus! kasihan TNI AL, kelamaan nunggu!

  4. surya 2 Agustus 2011 pada 4:16 PM #

    Changbogo kan 209nya Korsel, begitupun DSX3000 alih teknologi U214 Germany, secara Historis Korsel memang baru seumur jagung dalam urusan bikin Kapal selam. Kalau memang ngincar TOT mending langsung dari German, lagian tanpa seijin German, mana boleh Korsel nurunin ilmunya ke Indonesia? mendingan join proyek aja kayak KFXnya itu, nah untuk effect Deterence’nya Rusia pantas untuk dipilih, apalagi secara historis Rusialah pemasok senjata terbesar ke Indonesia pada tahun 1960, sampai sempat membuat Indonesia sebagai kekuatan yang ditakuti di Asia tenggara, so..belajar dari masa lalu Rusia pantas dijadikan mitra yang baik.

  5. hiu 8 September 2011 pada 9:10 PM #

    indonesia memang negara kepulauan,jadi memang kita butuh armada yang kuat,kapal selam emang sangat penting untuk memperkuat armada lautnya.saya mendukung untuk pembelian kapal selam baru yag nanti bisa untuk memperkuat armada laut indonesia,menjaga nkri.mari kita dukung program pengadaan kapal selam baru untuk indonesia agar angkatan laut kita menjadi besar,kuat dan profesional…….jayalah indonesiaku….

  6. cinta bangsaku 16 Oktober 2011 pada 3:02 PM #

    bangsa ini terlalu banyak hayalan dan omomngan.mimpi x beli killo….mmg udah tradisi petinggi2 bnyk bualannya tp hasil nol besarrrrrrrrrr.

  7. Teguh Wagiantoro 18 Oktober 2011 pada 4:53 PM #

    Pemerintah dan DPR hanya mencari keuntungan masing masing hingga proyek pertahanan hanya omong besar kalau gak ada komisinya, harusnya DPR dibubarkan saja, sebab mereka macam benalu yang tumbuh subur.

  8. hery 2 November 2011 pada 6:53 PM #

    boz kita jgn smpai klh sma negara2 tetangga khta,! terutama malaysia,,klo soal AD kita msic unggul sma negara tetangga,,kta hrus perkuat AL dan AU karna negara kita ini luas,,

  9. agung 13 Desember 2011 pada 6:59 PM #

    harusnya ks kilo yg dipilih..sangar dan mantabs

  10. utuh kandangan 27 Desember 2011 pada 9:21 PM #

    gak usah pake apa2, indonesia cukup wiro sableng ama mak lampir aja

  11. JHONI SUAI 20 Januari 2012 pada 7:22 AM #

    sama aja indonesia banyak akal buat beli kapal perang, kapal selam, pesawat tempur segala macam alat berat buat tempur, tapi kok kenapa sih tidak pernah di pakai. contohnya sewaktu ada permasalahan perbatasan antara malaysia dan indonesia kenapa tidak ada pembalasan sama sama sekali kepada malaysia, apa itu artinya takut atau masih kurang alat berat buat tempur!!!! kalo ada perang balaslah dengan perang jangan bicara tentang damai, kalau mau bicara tentang damai yahhh jangan beliin alat berat buat perang, kenapa uang yang di gunakan beli kapal perang di bagi kan saja kepada rakyat miskin kalau tidak ada pembalasan perang. bye byeeeeeeeee

  12. Tototapalnise 21 Januari 2012 pada 11:33 PM #

    yang penting program ToT nya bisa berjalan lancar..jadi tidak usah nunggu lama lagi kita masuk daftar negara yg mampu mmebikin kapal selam sendiri.

  13. bambang gaston 25 Januari 2012 pada 9:11 PM #

    indonesia memang butuh 40 kpl seiam karena indonesia negara maritim makanya angkatan lautnya harus kuat……jaya indonosiaku….

  14. Military Tech Noob 9 Februari 2012 pada 2:35 PM #

    @Jhoni Suai

    Justru alutsista itu buat menjaga perdamaian, bukannya buat nyerang negara lain -_-
    alutsista itu diperlukan buat memberikan efek detterent sehingga negara tetangga gak akan berani macam2 dengan kita, soal malaysia yang beberapa waktu lalu selalu mengganggu wilayah kedaulatan kita itu karena memang alutsista kita kurang, sehingga mereka berani macam2 dengan kita. Ibarat alutsista itu pagar yang kalau pagarnya kuat maka tetangga gak akan dengan gampangnya masuk-masuk tanpa izin.

  15. proklamasi perkuat senjata perang 8 Maret 2012 pada 10:41 AM #

    majulah indonesia

  16. nunul 12 Maret 2012 pada 4:42 AM #

    sangat terlambat pengadaan kapal selam ini sebagai akibat proses politik di DPR yang bertele-tele. harusnya typenya harus yang lebih maju dan lebih besar shg daya jelajahnya bisa sampai menusuk ke wilayah jantung lawan. semoga proses pembuatannya bisa dipercepat shgga bisa epat menjaga wilayah kedaulatan NKRI.Jayalah Negeriku.

  17. adhen fifi 18 Maret 2012 pada 7:45 PM #

    jangan mimpi mau ganyang negara yg menginjak2 negara kita kalau mau beli alat perang aja harus ribut d DPR.

  18. Mawan Budianto Budianto 6 April 2012 pada 9:32 AM #

    maju indonesia ku ,beli aj kapal rusia tenaga nuklir

  19. dan 11 April 2012 pada 6:48 PM #

    bravo Indonesia beli kapal selam bertenaga nuklir dari Rusia minimal 20 biji …..kembalikan kejayaan TNI AL dan macan asia

  20. dan 11 April 2012 pada 6:49 PM #

    bravo Indonesia beli kapal selam bertenaga nuklir dari Rusia minimal 20 biji …..kembalikan kejayaan TNI AL dan macan asia agar negara tetangga tidak mcan-macam dengan Indonesia…

    • La tenrigau 29 Desember 2012 pada 11:40 PM #

      20 biji kpl selam beli pakai apa bro?

  21. ketek 28 April 2012 pada 4:04 AM #

    makanya blg ama DPR and wakil negara kita noh sana kalau mau blg bli itu duit dipake buat bli alat perang and jgn dikorup!!! biar tercapai!!! klo tiap apa2 dikorup mulu duitnya apa gak malu?? tau gak indonesia itu ngra nomor 2 setelah philippine si raja korupsi….

  22. jony liu 9 September 2012 pada 1:21 AM #

    mlz mw coment

  23. Sholeh 15 September 2012 pada 9:14 PM #

    Org Indonesia itu lambat, bisanya cuma mbacot doank n cuma mikirin komisi yg kerja di Pemerintahan, seandainya perang yg maju duluan paling FPI, hadapin kapal selam musuh, org FPI disuruh nyelem pakai sarung ma bambu utk nafasnya. Pelurunya pake bambu runcing.

  24. nobel ibend 8 Oktober 2012 pada 6:21 PM #

    drpada kapal selam mending beli kapal induk. sukhoi sama F-16 tambah, kalo perlu beli sea harrier, apache ,cobra dll

  25. Aru wana 4 Maret 2013 pada 1:13 AM #

    Hwadah…. Semua ngributin DPR dan pejabat pmerintah yang katanya banyak bacot ngurus pembelian alutsista yang bertele tele… Coba aja kalo berani ngganti tu DPR yang suka mbegituin dan sekalian pejabat pemerintah yang juga suka mbegituin…. Ayo…brani ndak…???

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kapal Selam Baru Indonesia Dan Prospeknya Di Asia Tenggara - 9 Juli 2013

    […] Sumber : http://cakidur.wordpress.com/2011/06/02/kapal-selam-baru-indonesia-dan-prospeknya-di-asia-tenggara/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: