Lebaran Idul Fitri

30 Jul

image

Alhamdulillah, menikmati lebaran hari kedua bersama keluarga kecilku di perantauan. Kebersamaan yang sangat indah, bertahan di dalam sepi dan jauh dari sanak saudara. Lebaran kedua tanpa adanya orangtua, ibu dan bapak yang sudah tiada. Terhibur oleh kelucuan putra dan putriku. Terasa berarti makna kebersamaa dalam keluarga, sesuatu yang kadang dicari-cari oleh orang dengan banyak pengorbanan. Berbahagialah bagi yang masih bersama keluarga besar. Minal Aidin Wal Faidzin. Selamat Idul Fitri 1435H.

Shared from Google Keep

Upgrade Mulus Moto G ke Android Kitkat 4.4.4

24 Jul

Handphone Motorola Moto G yang aku gaet di beberapa pekan yang lalu memakai operating system Android Kitkat 4.4.2 bawaan pabrik. Secara on the air Motorola memberi tahu pengguna ponsel Moto G bahwa update Android Kitkat 4.4.4 telah tersedia. Aku cek besarnya file update sekitar 120 mb, lebih kecil dari pengalaman pertama upgrade Jelly Bean yang lebih besar dari 200 mb. Aku pernah upgrade tablet 7 inch Samsung Galaxy Tab2 dari Android 4.0 Ice Cream Sandwich ke 4.1 Jelly Bean. Tatkala menerima notifikasi update Kitkat, segera aku download via jaringan wifi. Di situs internet memang disebutkan bahwa Motorola akan menyediakan update Kitkat 4.4.4 dimana versi pertama Moto G disematkan Android Kitkat 4.4.1. Moto G punyaku edisi double simcard mengusung Android Kitkat 4.4.2. Usai download file update, ponsel Moto G langsung autoinstall dan restart. Ponsel hidup lagi dan secara visual tidak ada perubahan yang mencolok. Pada posisi masih kitkat 4.4.2 layar ponsel menampilkan dua indikator simcard. Walaupun hanya satu saja simcard yang dipasang serta pada menu setting simcard2 sudah disable. Pada posisi kitkat 4.4.4 layar ponsel sudah betul dengan hanya menampilkan 1 indikator simcard yang aktif saja dengan settingan yang sama. Tampilan menu tidak ada perubahan, perpindahan antar menu dan window multitasking tetap halus dan lancar dengan tampilan transisi perpindahan yang cantik. Menurut kabar kitkat 4.4.4 memang bukan update besar. Konon untuk meningkatkan keamanan dengan menambal bug SSL yang sempat heboh di dunia maya. Makanya Motorola tidak membenamkan kitkat 4.4.3 pada ponsel produksi barunya. Malahan bertahan di kitkat 4.4.2 sambil menyiapkan update terbaru kitkat 4.4.4 yang memuat patch keamanan terbesar di jagat berkenaan dengan isu lubang SSL. Omong-omong hanya moto G dan moto X saja yang menikmati update. Moto E tidak yang menyasar pasar low end tidak disediakan. Mungkin spesifikasinya tidak medukung kitkat 4.4.4.

Shared from Google Keep

Rumah Sakit, Mengingat Nikmat Sehat

24 Jul

Alhamdulillah, putraku tercinta membaik kondisi kesehatannya setelah beberapa hari terbaring di rumah sakit. Jika kita mengunjungi rumah sakit rasanya mirip dengan melayat orang meninggal. Jika kita melayat orang wafat, mengingatkan diri pada nikmat hidup. Bahwa Allah masih memberi kesempatan kita untuk hidup, masih memberi tenggat waktu. Meski suatu saat pasti giliran kita sendiri yang akan menempuh jalan kematian . Menghadap sang Khaliq, Rab pencipta alam semesta. Demikian juga saat di rumah sakit, betapa banyak orang yang terbaring sakit. Bisa merasakan nikmatnya sehat. Bahwa sehat itu adalah nikmat yang utama dari Allah SWT. Dia masih memberi kesempatan pada kita hingga suatu saat kita jatuh sakit. Demikian juga saat kita melihat uban putih mulai muncul di kepala. Pertanda bahwa kita beranjak tua sebelum semua rambut di kepala memutih semua.

Shared from Google Keep

Palestina dan Kontradiksi Timur Tengah

21 Jul

Pertempuran di Jalur Gaza Palestina belum mereda dengan gencarnya serangan militer Israel. Dunia menyaksikan peperangan antara David dan Goliath dengan mata telanjang. Konflik panjang warisan pedang dunia yang belum terselesaikan hingga kini. Siapapun pasti tahu kekuatan apa di belakang Israel. Namun kita tahu juga kekuatan seperti apa negara-negara Arab yang tidak mampu membela Palestina. Meskipun orang Arab adalah superior dalam hal jumlah penduduk belum lagi ditambah dukungan negara-negara Muslim bukan Arab tapi mereka terpecah belah. Elit penguasa lebih berani bertempur melawan tetangga bahkan rakyatnya sendiri daripada menentang Israel. Sangat ironis, saling mengkafirkan di antara kaum Muslim, saling membunuh saudaranya, tapi tidak sanggup melawan kaum Zionis yang nyata-nyata kasat mata bahkan dinyatakan oleh dalil agama sebagai musuh besar. Benar yang disebutkan pepatah kuno “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Shared from Google Keep

Capres, Kedewasaan Berpolitik

20 Jul

Perhitungan rekapitulasi hasil pemilu presiden masih berlangsung. Bagiku ini adalah pemilu kedua yang aku ikuti. Sudah 3 kali pemilu yang aku ikuti. Pertama kali adalah pemilu saat sekolah SMU, memiliki hak pilih semasa Orba. Mencoblos apa, pasti pembaca sudah bisa menebak dengan benar. Siapapun yang mencoblos parpol akan khawatir terhadap masa depannya. Apalagi di usia remaja tanggung yang masih labil. Melihat mesin orba di pemilu yang sangat invasif. Hal itu pernah aku alami sendiri saat mengurus beasiswa SMU. Harus berurusan dengan sekjen Golkar tingkat kecamatan, meyakinkan beliau bahwa orangtuaku adalah kader Golkar. Di masa kuliah adalah romantika pergerakan anti Orba. Aku terlibat demonstrasi di dalam kampus bersama kawan-kawan pergerakan. Waktu itu demontrasi hanya boleh di dalam kampus. Tatkala barisan demonstran hendak keluar kampus, gerbang ditutup satpam. Di depan gerbang sudah menunggu pasukan dalmas dengan pentungan dan tameng. Di belakang dalmas bersiap polisi dengan senapan berlaras panjang. Di belakang barisan polisi bersiaga tentara berseragam hijau doreng. Hingga kemudian Soeharto turun tahta pada bulan Mei 1998. Hegemoni politik Orba kemudian luntur dan diselenggarakannya pemilu jurdil pertama kali dalam sejarah Indonesia pada tahun 1999. Aku pun terlibat dalam euforia reformasi saat itu. Dengan antusias ikut Unfrel dalam mengawasi jalannya pemilu. Unfrel dimotori oleh Todung Mulya Lubis yang memang kesohor saat itu dan memiliki integritas tinggi. Aku pun mencoblos saat pemungutan suara. Kondisi politik nasional setelah itu membuatku tidak puas. Pasca pemilu 1999, aku tidak pernah lagi ikut pemugutan suara lagi. Hingga kondisi berubah pada saat ini. Kedewasaan parpol peserta pemilu telah meningkat dari sebelumnya. Pilihan capres tinggal dua kandidat. Aku tertarik memilih salah satu dari mereka. Harapanku mereka sudah matang dan dewasa dalam berpolitik. Menang atau kalah mereka akan memberikan yang terbaik untuk rakyat, bangsa, dan negara. Tidak semata-mata mengejar kekuasaan. Jika kalah pun bisa beroposisi dengan elegan. Jika menang menunaikan segala janji-janji besar yang sudah diobral saat kampanye. Terutama janji memerangi korupsi yang merupakan amanah reformasi 1998.

Shared from Google Keep

%d bloggers like this: