Palestina dan Kontradiksi Timur Tengah

21 Jul

Pertempuran di Jalur Gaza Palestina belum mereda dengan gencarnya serangan militer Israel. Dunia menyaksikan peperangan antara David dan Goliath dengan mata telanjang. Konflik panjang warisan pedang dunia yang belum terselesaikan hingga kini. Siapapun pasti tahu kekuatan apa di belakang Israel. Namun kita tahu juga kekuatan seperti apa negara-negara Arab yang tidak mampu membela Palestina. Meskipun orang Arab adalah superior dalam hal jumlah penduduk belum lagi ditambah dukungan negara-negara Muslim bukan Arab tapi mereka terpecah belah. Elit penguasa lebih berani bertempur melawan tetangga bahkan rakyatnya sendiri daripada menentang Israel. Sangat ironis, saling mengkafirkan di antara kaum Muslim, saling membunuh saudaranya, tapi tidak sanggup melawan kaum Zionis yang nyata-nyata kasat mata bahkan dinyatakan oleh dalil agama sebagai musuh besar. Benar yang disebutkan pepatah kuno “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Shared from Google Keep

Capres, Kedewasaan Berpolitik

20 Jul

Perhitungan rekapitulasi hasil pemilu presiden masih berlangsung. Bagiku ini adalah pemilu kedua yang aku ikuti. Sudah 3 kali pemilu yang aku ikuti. Pertama kali adalah pemilu saat sekolah SMU, memiliki hak pilih semasa Orba. Mencoblos apa, pasti pembaca sudah bisa menebak dengan benar. Siapapun yang mencoblos parpol akan khawatir terhadap masa depannya. Apalagi di usia remaja tanggung yang masih labil. Melihat mesin orba di pemilu yang sangat invasif. Hal itu pernah aku alami sendiri saat mengurus beasiswa SMU. Harus berurusan dengan sekjen Golkar tingkat kecamatan, meyakinkan beliau bahwa orangtuaku adalah kader Golkar. Di masa kuliah adalah romantika pergerakan anti Orba. Aku terlibat demonstrasi di dalam kampus bersama kawan-kawan pergerakan. Waktu itu demontrasi hanya boleh di dalam kampus. Tatkala barisan demonstran hendak keluar kampus, gerbang ditutup satpam. Di depan gerbang sudah menunggu pasukan dalmas dengan pentungan dan tameng. Di belakang dalmas bersiap polisi dengan senapan berlaras panjang. Di belakang barisan polisi bersiaga tentara berseragam hijau doreng. Hingga kemudian Soeharto turun tahta pada bulan Mei 1998. Hegemoni politik Orba kemudian luntur dan diselenggarakannya pemilu jurdil pertama kali dalam sejarah Indonesia pada tahun 1999. Aku pun terlibat dalam euforia reformasi saat itu. Dengan antusias ikut Unfrel dalam mengawasi jalannya pemilu. Unfrel dimotori oleh Todung Mulya Lubis yang memang kesohor saat itu dan memiliki integritas tinggi. Aku pun mencoblos saat pemungutan suara. Kondisi politik nasional setelah itu membuatku tidak puas. Pasca pemilu 1999, aku tidak pernah lagi ikut pemugutan suara lagi. Hingga kondisi berubah pada saat ini. Kedewasaan parpol peserta pemilu telah meningkat dari sebelumnya. Pilihan capres tinggal dua kandidat. Aku tertarik memilih salah satu dari mereka. Harapanku mereka sudah matang dan dewasa dalam berpolitik. Menang atau kalah mereka akan memberikan yang terbaik untuk rakyat, bangsa, dan negara. Tidak semata-mata mengejar kekuasaan. Jika kalah pun bisa beroposisi dengan elegan. Jika menang menunaikan segala janji-janji besar yang sudah diobral saat kampanye. Terutama janji memerangi korupsi yang merupakan amanah reformasi 1998.

Shared from Google Keep

Tragedi MH17 dan Rudal Anti-pesawat

19 Jul

Betul-betul sial nasib maskapai penerbangan Malaysia Airlines. Dunia masih belum hilang rasa heran atas raibnya MH370 sejak 8 Maret 2014, kini disusul jatuhnya MH17 di wilayah Ukraina timur. Diduga kuat pesawat angkut komersial itu terkena misil anti-pesawat.
Ada dua pertanyaan yang muncul di benakku. Rudal apa yang menjatuhkannya dan kenapa MH17 berani melintasi wilayah konflik bersenjata dengan eskalasi besar seperti pergolakan di Ukraina timur. Konflik ini sudah tersebar luas di penjuru dunia yang melibatkan negara-negara besar. Dengan Logika normal pasti perencana rute dan operator akan menghindari wilayah tersebut karena ada potensi resiko berbahaya. Meskipun belum dinyatakan secara eksplisit oleh badan penerbangan sipil internasional (ICAO) sebagai daerah larangan terbang. Kondisi praktis di lapangan sudah mengindikasikan bahwa wilayah Ukraina timur merupakan wilayah berisiko tinggi bagi penerbangan. Konflik bersenjata di sana telah memberi bukti sebelumnya. Beberapa kali helikopter dan pesawat terbang militer Ukraina ditembak jatuh oleh pihak pemberontak. Bahkan menewaskan seorang jenderal yang berada di dalam pesawat angkut militer Ukraina tersebut. Di samping itu ICAO di bulan April mengeluarkan Notam yang berisi saran mengalihkan jalur alternatif, ada potensi risiko berbahaya jika melewati rute Ukraina timur. Padahal jalur tersebut merupakan jalur strategis yang bisa mengurangi jarak tempuh dari Asia Tenggara ke Eropa. Tentu rute tersebut sangat ekonomis dalam mengurangi biaya operasional bahan bakar jet. Tetapi tidak sebanding dengan resiko yang mungkin bakal diterima.
Adanya rudal jarak menengah dalam konflik bersenjata di Ukraina timur membuat situasi keamanan semakin kompleks. Dalam konflik bersenjata dunia, sangat jarang pihak pemberontak mendapatkan atau mengoperasikan batere rudal pertahanan udara jarak menengah. Paling banter rudal panggul atau MANPADS dengan jarak jangkau pendek kurang dari 7 km dengan keterbatasan visual operatornya. Dalam versi upgrade modern, ada versi yang didukung oleh radar jarak pendek diplatform jeep. Posisi terakhir MH17 di posisi ketinggian 33.000 kaki. Hal ini menunjukkan bahwa misil yang menjatuhkannya bukanlah misil jarak pendek semacam SA-7 Strella. Namun misil jarak menengah semacam Buk SA-11 atau bahkan misil jarak jauh seperti S-200 dam S-300. Pengoperasian sistem hanud jarak menengah maupun jarak jauh meniscayakan dukungan radar kompleks. Bisa terkoneksi dengan sistem radar lainnya yang me deteksi target di luar jangkauan radar sistem misil. Hal ini tentu memerlukan prosedur operasi dan teknis yang tidak sederhana. Tidak juga menihilkan kemungkinan pihak pemberontak memiliki atau mengoperasikan sistem misil seperti itu. Peristiwa ini tentu membuat konflik di Ukraina timur semakin rumit dan mengkawatirkan.

Shared from Google Keep

Ramadhan dan Dua Permata yang Hilang

16 Jul

Sudah di pertengahan bulan puasa saat ini. Ramadhan yang pertama tanpa kehadiran ibunda tercinta. Setiap datang bulan Ramadhan kini mengingatkanku akan kehilangan dua permata hidupku, ibuku dan putra keduaku. Ibuku pulang ke haribaan Allah di minggu pertama bulan Ramadhan tahun kemarin. Dengan segera aku berkemas balik ke Jawa mengejar pemakaman ibunda. Pagi berangkat, tengah malam tiba. Air mata bercucuran aku sholat jenazah di depan ibu. Tengah malam itu juga ibu dimakamkan. Hanya aku anaknya yang sempat ikut menguburkannya. Sementara anak-anak beliau merantau jauh mencari nafkah. Betapa pedih hati ini kehilangan ibunda yang telah mengasuh dan seringkali mendoakanku. Sementara itu baktiku kepada beliau tidaklah seberapa. Baru aku merasakan arti pepatah “kasih sepanjang jalan, kasih anak sepenggala”. Dulu dari sekolah pun sudah tahu artinya tapi belum merasakan artinya. Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika aku masih kecil. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Shared from Google Keep

Motorola Moto G, Ponsel Murah Berkualitas

14 Jul

image

Alhamdulillah, ponsel yang aku tunggu-tunggu sampai di rumah sudah. Sebenarnya ada satu smartphone Blackberry 9790 Onyx 3. Hampir dua tahun dipakai buat pekerjaan, bbm dan email. Tidak bisa dipakai buat hobi blogging dan social media. Dulu pernah diinstal software aplikasi tambahan. Tapi tidak lama kemudian ponsel bb sering muncul jam pasir dan berjalan tersendat- sendat. Beberapa kali dicoba direset dan pasang lagi aplikasinya. Namun masalah yang sama muncul kembali. Alhasil ponsel cerdas si bb hanya terpasang aplikasi bawaaan pabrik supaya tidak mengganggu pekerjaan. Sambil menungu waktu yang tepat dan modal yang cukup untuk menggaet smartphone pendamping.

image

Sekitar setengah bulan browsing sana-sini mencari referensi ponsel cerdas terbaik dengan harga terjangkau. Menimbang sebagai karyawan biasa tentu budget yang tersedia sangat terbatas. Suatu ketika pas baca berita digital di detiknet ada kabar tentang Motorola yang merilis produk smartphone baru dengan bandrol yang sangat terjangkau bernama Moto G. Jadinya seperti nostalgia sebab di tahun 2005/2006 pernah memakai ponsel Motorola E398. Hape jadul tersebut bahkan saya jadikan modem gprs dengan colokan kabel usb yang disambung dan digantung di luar jendela. Memori internal 5 mb dengan tambahan microSD 64 mb. Layarnya 1.9 inci dengan 65 warna jenis TFT. Berkamera foto dengan resolusi vga 640×480. Lebih superior dengan hp sebelumnya Sony Ericson T230.
Setelah saya bandingkan speknya pada kelas harga yang sama terlihat moto g lebih unggul. Point yang ditekankan adalah operating system android terbaru 4.4 kitkat, prosesor quad core 1.2 ghz, kaca layar Corning Gorilla Glass 3. Kerapatan resolusi layar mencapai 320 dpi menurut software CPUZ, 326 dpi menurut situs gsmarena dan trustedreview. Namun ada dua kelemahan yang nyata yakni batere unmoveable sehingga tidak bisa diganti dan memory internal saja tidak ada slot ekspansi. Oleh karena itu aku memilih moto g versi 16 gb bukan yang 8 gb.

image

Jaringan penjualannya juga unik yaitu hanya dijual di retail online pada situs e-commerce http://www.lazada.co.id. Bahkan pada awalnya orang harus pesan dulu sebelum dijual ready stock. Mirip dengan metode penjualan ponsel keluaran Xiaomi untuk menekan harga jual.  Termasuk minimnya iklan komersial motorola moto g sebagai bagian memperkecil biaya.
Setelah transaksi di situs lazada, tidak sampai satu minggu paket ponsel motorola moto g sudah tiba di rumah. Dengan segera dilakukan unboxing dan membaca panduan singkat. Lantas buka cover belakang dan memasukkan micro sim. Untung paket penjualan moto g dibundel dengan kartu perdana simpati yang berukuran micro sim card. Padahal aku belum pernah menangani micro sim card. Sekalian juga dipasang aksesories cover ponsel model flip shell berwarna kuning muda. Setelah running test, ponsel ini memuaskan tidak meleset dari harapan. Layar dengan warna yang tajam, ergonomi yang baik, batere cukup tidak terlalu jelek endurance. Fungsi multitasking berjalan baik membuktikan prosesor quad core efektif dan efisien. Ponsel moto g berbasis prosesor quad core 1.2 ghz Arm Cortex A-7 yang unggul di efisiensi daya bukan di unjuk kerja. Jenis ini cukup bagiku karena tidak buat instal game. Moto g kuisi wordpress, whatsapp, twitter, instagram, detikcom, bbm, dan facebook. Posting artikel ini pun perdana menggunakan motorola moto g. Satu yang harus dijaga sendiri adalah manajemen memory yang mentok di aktual sekitar 12 gb dan hati-hati saat mengisi ulang daya jangan sampai overcharge karena batere yang unmoveable.

image

%d bloggers like this: