Upacara Bendera HUT RI Ke-69

17 Agu

image

Untuk kesekian kalinya aku mengikuti upacara bendera, memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Mudah-mudahan kami masih bisa mempertahankannya, tidak diperbudak negara asing. Apalagi diperbudak oleh pemimpin-pemimpin negeri kami sendiri. Allahu Akbar… Merdeka… Merdeka…. Merdeka…

Shared from Google Keep

Balada Angkatan Laut Filipina di Spratly

16 Agu

Sebagai negara maritim, bangsa Indonesi harus memiliki kebanggaan terhadap laut dan kekayaan yang terkandung di dalamnya baik yang di tengah maupun di pinggiran perbatasan wilayah laut. Sekedar kebanggaan dan kepedulian saja tidak cukup. Harus disertai dengan kekuatan maritim yang disegani kawan dan lawan. Tidak usah jauh-jauh, tengok saja konflik kawasan Laut China Selatan. Terlihat gap yang sangat jauh antara kekuatan angkatan laut RRC dengan negara-negara lainnya yang saling mengklaim kawasan kepulauan Paracel dan Spratly. Tidak heran dulu dengan mudah AL RRC dengan mudah mengalahkan AL Vietnam dalam pertempuran memperebutkan kepulauan Paracel. Kini bahkan kekuatan maritim RRC sangat mendominasi di kawasan kepulauan Spratly. Vietnam dan Filipina bergegas membangun armada AL dengan pengadaan alutsista modern meskipun terlambat. Apalagi Filipina yang paling inferior, nasib angkatan lautnya sangat memprihatinkan. Tidak memiliki pesawat tempur jet maupun frigat modern. Hanya 2 kapal perang kelas Oliver Perry bekas dari AS dengan hanya bersenjata meriam. Ibarat macan ompong tanpa taring dan kuku. Terenyuh membaca kondisi mengenaskan marinir Filipina yang bertugas menjaga kehadiran mereka di kawasan kepulauan Spratly. Di satu sisi RRC tengah memperkuat kehadirannya dengan mendirikan sejumlah rig dan berusaha membangun landasan pesawat terbang. Di sisi lain Filipina hanya sekedar mengkandaskan sebuah kapal perang tua, kapal Sierra Madre. Rongsokan kapal perang AL Filipina tersebut dikandaskan di gugusan karang Second Thomas terletak di kawasan kepulauan Spratly sebelah barat Filipina. Ada satu detasemen marinir yang ditambatkan di situ untuk menunjukkan kehadiran Filipina di kawasan sengketa. Ironisnya untuk keluar masuk ke tempat tersebut harus menembus blokade angkatan laut RRC yang terlihat sangat perkasa. Marinir Filipina bertahan di situ kapal Sierra Madre tanpa perlindungan kapal perang maupun pesawat tempur angkatan bersenjata Filipina. Mereka berharap lebih kepada dukungan Amerika Serikat dan Jepang untuk menghadapi RRC dalam konflik Laut China Selatan.
Pelajaran di atas tentu memberikan hikmah bagi kita semua.

Shared from Google Keep

Pelindung anti gores sekaligus cermin

15 Agu

Sejak menggunakan smartphone, sudah beberapa kali memakai screen protector atau pelindung layar ponsel anti gores. Pertama kali, jenis anti gores yang dipakai model normal, bening transparan. Beberapa kali gonta-ganti anti gores hingga muncul model gelap. Kemudian muncul model anti intip, tidak terlihat jika dilihat dari samping. Terakhir model cermin, ini yang terakhir aku pasang di ponsel BB Belagio. Ternyata cerminnya memberi manfaat betul sebagai cermin. Sewaktu aku merawat anakku yang sakit di rumah sakit, suatu hari tiba waktunya untuk bercukur kumis dan jenggot. Pisau cukur sudah dibeli tapi di kamar mandi ruang opname tidak dilengkapi dengan cermin. Alhasil aku memakai layar ponsel BB Bellagio yang kulengkapi dengan anti-gores model cermin sebagai kaca cermin. Benar-benar berfungsi sebagai cermin!

Shared from Google Keep

Foto Selfi Monyet dan Media Yang Serakah

9 Agu

Malang nasib David Slater, foto selfi monyet hasil jepretan kameranya diklaim Wikimedia bukanlah hak milik atau hak cipta Slater. Wikimedia beralasan bahwa sang monyet sendirilah yang memotret dirinya sendiri, bukan Slater. Sehingga Wikimedia merasa berhak memajang foto itu tanpa perlu meminta izin Slater. Bahkan meskipun Slater telah menyampaikan keberatan kepada Wikimedia. Sebuah media yang tampaknya ingin populer dengan modal minim, kurang menghargai fotografer. Memang betul cuma seekor monyet hitam yang menekan tombol shutter kamera. Namun Slater telah berupaya dengan mendatangi habitat monyet hitam di Sulawesi. Dan dia beruntung dengan insiden bersama monyet tersebut. Fotografer yang bergantung pada alat, keterampilan, waktu, dan keberuntungan. Namun sering kalah dengan institusi dan korporasi yang tamak. Masih ingat kasus yang sempat rame mengenai rencana perubahan kebijakan Instagram yang akan mengklaim hak cipta foto-foto yang dimuat di situs Instagram. Akhirnya Instagram kembali ke kebijakan semula bahwa hak cipta foto masih dipegang oleh fotografer.

Shared from Google Keep

Fenomena ISIS di Indonesia

7 Agu

Kabar menyebarnya aliran kelompok ISIS di Indonesia semakin santer. Kita jangan terjebak dengan taklid buta. Snowden saja meyebutkan bahwa kelompok tersebut merupakan ciptaan jarinhan intelijen 3 negara (AS, Inggris, dan Israel). Sejarahnya berarti mirip dengan kelompok Alqaeda yang pada awalnya dibentuk oleh intelijen AS. Alqaeda menyebarkan teror yang konon hendak mendirikan negara Islam. Menjadikan perihal tersebut sebagai alasan AS dan sekutunya mengobrak-abrik negeri-negeri Muslim. Terlebih Isis menghalalkan darah kaum Muslim yang tidak sepaham dengan golongan mereka. Sederhananya, janganlah percaya dengan ajakan jihad untuk saling membunuh sesama kaum Muslim. Pasti itu adalah sesat. Logikanya bagaimana Isis malah mengajak memerangi kaum Muslim, tidak berani mengajak memerangi musuh kaum Muslim yang mengangkangi negeri Pelestina. Negeri yang berada di bawah kezaliman Zionis Yahudi selama puluhan tahun.

Shared from Google Keep

%d bloggers like this: